free page hit counter

KPK Ingatkan Pemda di Kepri terkait Pengelolaan Aset

Loading...

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Pemprov Kepri mendapat penilaian tertinggi untuk Monitoring Centre for Prevention (MCP) 2019, untuk wilayah Provinsi Kepri. Disusul Pemkab Anambas dan Pemkab Natuna.

Peringkat berikutnya, adalah Pemko Batam, Pemkab Karimun dan Pemko Tanjumgpinang. Selanjutnya, Pemkab Bintan dan Pemkab Lingga.

Penilaian dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dan, disampaikan di Rakor Progam Pencegahan Korupsi Terintregrasi (PPKT) tahun 2020 dengan KPK melalui video conference kantor gubernur di Dompak, Tanjungpinang, Senin (11/5/2020).

Plt Gubkepri H Isdianto dan bupati serta wako se-Provinsi Kepri ikut hadir di vicon yang dipimpin Nana Mulyana, Plt. Korwil Wilayah IV yang juga Deputi Bidang Pencegahan dan Penindakan KPK.

Menurut Nana Mulyana, rakor ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang sudah dibangun melalui MoU antara KPK, gubernur, bupati dan DPRD yang pernah ditandatangani.

Rakor ini membahas soal perbaikan tata kelola pemerintahan, pengelolaan dan penyelamatan aset daerah. Kemudian, penyaluran dan pengelolaan dana desa, outcome Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) dan beberapa hal lainnya.

Paparannya pembahasan disampaikan
Iwan Lesmana, perwakilan KPK untuk wilayah Kepulauan Riau. Dan, diawali dengan laporan penilaian KPK. Untuk pencapaian MCP di tahun 2019, seperti telah disebut di atas.

“Kami berharap untuk beberapa item penilaian yang masih di bawah standar, agar ke depannya diperbaiki. Ini penting untuk kebaikan daerah yang bersangkutan,” kata Iwan Lesmana.

Sementara itu Plt Gubernur Kepri H. Isdianto, mengatakan hasil penilaian ini bisa lebih memotivasi. Dan, bekerja guna meningkatkan pencapaian target lainnya.

“Alhamdulillah, jika hasil kinerja kita dinilai baik oleh KPK. Perlu kami sampaikan kepada ketua KPK, bahwa ada 8 item MoU yang pernah dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan aset dan keuangan daerah.

Dan, sampai saat ini sudah kita laksanakan sekitar 50 persen. Masih ada sisa waktu untuk menuntaskannya. Semoga di akhir 2020 nanti semua target bisa kita capai,” ujar Isdianto. (mat)

Loading...