Kamis, 4 Juni 2026

Balap Liar, Fenomena Usang yang Tetap Eksis

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Balap liar di banyak kota di Indonesia, juga di Tanjungpinang, Provinsi Kepri bukanlah barang baru.

Di Pekanbaru, balap liar sudah ada sejak tahun 1980-an. Bahkan, sejak akhir 1970-an pun sudah mulai berlangsung di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Biasanya, saat ada balap liar akan diikuti dengan pengejaran oleh personel polisi ke pelaku balap liar. Dan, sejumlah pelaku balap liar akan menghilang di sebuah komplek di Jalan Soetomo.


Di Tanjungpinang, fenomena balap liar pun tak kalah tuanya. Dari berbagai informasi yang dirangkum redaksi suarasiber.com,
fenomena balap liar di Tanjungpinang sudah ada sejak awal tahun 1990-an di Jalan Basuki Rahmat.

Balap liar itu musim-musiman. Kadang ada, kadang ramai dan kadang tidak ada sama sekali. Tergantung siapa pelakunya.

Jika pelakunya hanya oknum pelajar, mereka sudah langsung berhamburan pulang ke rumah saat melihat polisi datang.

Tapi, jika balapan itu ada “isinya” dipastikan tidak akan berhenti. Meski diadang polisi, tetap akan berlangsung.

Mereka akan pindah mencari tempat lain, seperti ke Dompak. Atau membiarkan personel kepolisian kelelahan dan pulang sendiri.

Setelah polisinya pulang, Jalan Basuki Rahmat dan kini, Jalan Wiratno, jadi ajang adu cepat sampai menjelang pagi.

Berbagai kebijakan telah dan pernah dilakukan Polres Tanjungpinang, menyikapi balap liar itu. Mengejar pelaku balap liar seperti di Pekanbaru, sudah pernah.

Mengarahkan pebalap ke arena semi resmi juga sudah pernah. Menindak secara hukum juga pernah dilakukan. Bahkan, menindak dengan menggunakan pentungan pun sudah pernah.

Tergantung cara pandang dan kebijakan masing-masing yang memimpin di masanya.

Kini, wujudnya berupa pemasangan tambang raksasa, yang disebut pita penggaduh di tengah badan Jalan Wiratno.

Kasat Lantas Polres Tanjungpinang Kasat Lantas AKP Anjar Y Widodo SIK, melalui rilis dari Kasubag Humas Iptu Suprihadi, mengatakan pengendara diharapkan lebih waspada saat melintasi pita itu.

Kemudian, lebih hati-hati, meningkatkan konsentrasi dan kesadaran serta memperlambat laju kendaraannya.

Efektif atau tidak, untuk mengadang aksi balap liar? Waktu yang akan menjawabnya nanti. Yang pasti pengguna jalan akan terganggu kenyamanannya.

Gara-gara ulah segelintir pebalap liar, semua pengguna jalan kena getahnya.

Kapolres dan Kasatlantas di Polres Tanjungpinang datang dan pergi silih berganti. Namun, balapan liar tetap eksis dan terus berlangsung. Entah sampai kapan. (sigit rachmat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa

Wali Kota Lis Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Seberat 1,04 Ton di Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama tokoh agama dan masyarakat menyaksikan penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI seberat 1,04 ton di Masjid At-Taubah, Tanjungpinang, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri