Kamis, 4 Juni 2026

Edy Rustandi: Harusnya Antisipasi Bom Waktu Efek Covid-19, Bukan Menaikkan Tunjangan Jabatan

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Wabah ini tak hanya merenggut nyawa penderitanya, tapi juga memukul total sektor ekonomi. Dan, diprediksi akan berdampak pada krisis sosial.

Karena itu, pada kepala daerah se-Provinsi Kepri dan para legislatornya diminta mewaspadai bom waktu wabah covid-19. Dan, segera bertindak sebelum segalanya terlambat.

Segera siapkan regulasi untuk merevisi APBD. Siapkan anggaran untuk memberikan bantuan sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke masyarakat di daerahnya masing-masing. Atau yang sejenis dengan itu.


“Segera juga lakukan pendataan ulang jumlah penduduk tak mampu. Sebab, ada banyak orang yang tiba-tiba kehilangan pekerjaannya.

Ada banyak orang berpenghasilan harian, yang kesulitan mendapatkan nafkah. Karena, penerapan social distancing,” kata Dr Edy Rustandi SH MH kepada suarasiber.com, Rabu (25/3/2020).

Edy menambahkan, pemerintah pusat memang sudah menyiapkan BLT. Tapi daerah jangan diam saja. Apalagi, pemerintah pusat sudah menyiapkan regulasi untuk merevisi APBD.

Kecam Perilaku Oknum TAPD

“Seperti kata Presiden Jokowi, alihkan dana perjalanan dinas, rapat-rapat yang tak perlu dan kegiatan yang bukan prioritas.

Dana perjalanan dinas di APBD juga besar sekali, termasuk anggaran aspirasi atau dana alokasi atau dana pokir milik dewan.

Itu semua bisa dialihkan untuk bantuan kepada masyarakat. Jangan setelah bom waktu meledak baru sibuk,” beber Edy Rustandi.

Edy juga sangat prihatin dengan informasi yang diterimanya. Bahwa, saat ini ada oknum di Tim Anggaran Pemda di sejumlah daerah di Kepri tengah berupaya mengubah regulasi.

Regulasi itu bukan untuk memberi bantuan kepada masyarakat pasca-wabah covid-19. Tapi, untuk menaikkan uang harian perjalanan dinas bagi pejabatnya. Dan, menaikkan jumlah tunjangan mereka.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penurunan jumlah uang harian perjalanan dinas tahun 2021. Sebagaimana telah ditetapkan oleh Perpres.

“Secara pribadi sangat sedih, prihatin dan mengecam perilaku seperti itu. Di saat wabah seperti ini, mereka malah berupaya menggerogoti APBD untuk diri sendiri.

Bukannya, menyiapkan kebijakan untuk membantu masyarakat luas yang tengah kesusahan,” tukas Edy.

Edy berharap, ulah negatif para petinggi birokrat itu bisa segera dihentikan. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri

Kejati Kepri Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Eselon IV di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Senin (25/5/2026). Foto - Kasi Penkum Kajati Kepri

Ketua KKSS Kepri Bangga, Andi Ampa Djaya Juara Duta Bahasa Kepri 2026

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, bersama Andi Ampa Djaya usai dinobatkan sebagai Juara II Putra Duta Bahasa Kepri 2026 pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepri di Ballroom Alltrue Hotel, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026). Foto - Istimewa