Kamis, 4 Juni 2026

Provinsi Kepri Merdeka Tanggal 29 Desember 1949

Tayang:


Sempat Ada Pilihan Gabung ke Federasi Malaya

TANJUNGPINANG – Berbeda dengan daerah lain di Tanah Air, khususnya di Jawa, dan Sumatera, di Tanjungpinang dan Provinsi Kepulauan Riau, kemerdekaan baru dimulai tanggal 29 Desember 1949. Hal itu ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih di Tanjungpinang, untuk pertama kalinya.

Saat Sang Merah Putih berkibar pertama kali di Tanjungpinang, Belanda sudah benar-benar hengkang dari Provinsi Kepri. Setelah adanya penyerahan kedaulatan, usai Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, dari 23 Agustus hingga 2 November 1949.

Lokasi pengibaran itu saat ini menjadi Tugu Proklamasi di Tanjungpinang, terletak di antara pintu masuk, dan keluar Pelabuhan Sri Bintan Pura. Yang mengerek bendera adalah Mokhtar Husein, paman dari tokoh Kepri, Imam Sudrajat.


Sebelum adanya penyerahan kedaulatan itu, pemerintahan kolonial Belanda masih bercokol di Kepri. Dan, administrasi pemerintahannya dikendalikan Residen Belanda dari Gedung Daerah Tanjungpinang.

Beberapa orang di Tanjungpinang yang coba mengusik kekuasaan Belanda, langsung diberangus sebelum sempat berkembang.

Hal ini disampaikan Dedi Arman, Peneliti di Peneliti di Balai Penelitian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Kepulauan Riau menjawab suarasiber.com, Jumat (16/8/2019).

Baca Juga:

Pulau Basing, Ikon Wisata Eksotis di Tanjungpinang

Beli Tas Wanita Terbaru, Pilih Sepatu Harga Rp74K

Isdianto Kunjungi Korban Meledaknya RoRo Sembilang

Setahun Sudah Bawaslu Tanjungpinang Kawal Pemilu

287 ASN Pemprov Kepri Terima Satya Lenca Karya Satya

“Kondisi proklamasi, dan suasana kemerdekaan sangat berbeda jauh antara di wilayah Jawa, Sumatra dengan di Kepulauan Riau,” kata Dedi.

Ditambahkannya, “Mereka (Jawa, Sumatera dan daerah lainnya, red) Proklamasi 17 Agustus 1945. Sementara, di Kepri baru resmi masuk NKRI tanggal 29 Desember 1949.”

Dari berbagai literatur sejarah, ujar Dedi, masyarakat Kepri tahu Jakarta sudah merdeka dari radio-radio di Singapura. Radio Singapura juga yang mengabarkan menyerahnya Jepang. Dan, Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945.

“Pada saat itu, masyarakat di Kepri masih bergulat dengan dua pendapat. Satu pendapat masuk NKRI. Satu lainnya mau masuk Federasi Malaya (Malaysia, dan Singapura),” beber Dedi.

Sikap mendua itu akhirnya hilang, dan tandanya adalah pengibaran bendera Merah Putih di Tanjungpinang, 29 Desember 1949.

“Pak Mokhtar Husein dan Tengku Muhamad Saleh dari Lingga yang berjasa besar (gabung ke Indonesia, res). Mereka yang menghubungi Jakarta. Dan, menyatakan kami mau masuk NKRI,” jelas Dedi. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri

Kejati Kepri Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Eselon IV di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Senin (25/5/2026). Foto - Kasi Penkum Kajati Kepri

Ketua KKSS Kepri Bangga, Andi Ampa Djaya Juara Duta Bahasa Kepri 2026

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, bersama Andi Ampa Djaya usai dinobatkan sebagai Juara II Putra Duta Bahasa Kepri 2026 pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepri di Ballroom Alltrue Hotel, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026). Foto - Istimewa