free page hit counter

Hari Ini Launching Buku Arief Effect, Setahun Revolusi Senyap di Dapur Polri

Loading...

JAKARTA (suarasiber) – Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi, melaunching buku berjudul Arief Effect, Setahun Revolusi Senyap di Dapur Polri di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (24/3/2018. Terasa istimewa karena bertepatan dengan hari jadi Arief yang dilahirkan di Nganjuk, Jatim, 24 Maret 1965.

Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi dan istri, dr Niken memegang standing banner saat geladi bersih peluncuran buku Arief Effect, Setahun Revolusi Senyap di Dapur Polri, Jumat (23/3/2018). F-mat

Buku ini ditulis oleh Farouk Arnaz, wartawan kawakan yang pernah bergabung di Jawa Pos dan bertahun-tahun meliput di Mabes Polri. Farouk membingkai perjalanan Arief selama setahun memimpin, dan hasilnya adalah sebuah revolusi. Revolusi yang berasal dari dapur Mabes Polri. Dan berefek secara nasional ke seluruh Indonesia.

Sejumlah undangan diantaranya komisioner Kompolnas, akademisi, pejabat Polri, jurnalis diundang. Salah satu undangan dari kalangan jurnalis adalah Pemimpin RedaksiĀ suarasiber.com, Sigit Rachmat.

Kata pengantar buku ini ditulis Kapolri, Prof H Muhammad Tito Karnavian PHd. Dipaparkan oleh Tito, saat menjabat Kapolri 13 Juli 2016, jenderal ini bertekat melakukan reformasi Polri. Waktu itu tingkat kepercayaan publik terhadap institusi ini sangat rendah, termasuk tiga lembaga yang paling kurang dipercaya publik.

Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi dan Farouk Arnaz, penulis buku Arief Effect, Setahun Revolusi Senyap di Dapur Polri. F-mat

Tito pun menggulirkan program Promoter, kependekan dari Profesional, Modern dan Terpercaya. Aspek SDM dianggapnya terpenting untuk dibenahi. Akhirnya pilihannya jatuh ke teman seangkatan dan teman satu kamar di tingkat 4 saat masih pendidikan di Akpol, yaitu Irjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi.

Diberikan mandat sebagai Asisten SDM Kapolri, Arief langsung menggebrak. Namun ia tak butuh banyak kata-kata terlebih dahulu. Pembenahan di dalam ditanganinya. Hingga akhirnya saatnya menunjukkan ke publik inilah Polri sekarang. Penerimaan anggota Polri menjadi target Arief, agar stigma yang selama ini menempel untuk menjadi polisi lazim pakai duit dibabat.

Di buku ini, Wakapolri pun menuliskan testimoninya: Saya menilai dan merasakan bahwa tahun 2017 ini adalah tahun yang terbaik. Paling tidak di lima tahun terakhirdari tahun 2012 – 2017, ini yang terbaik dari semua seleksi, walaupun ada ketidaksempurnaan.

Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi bersama Pemimpin Redaksi suarasiber.com, Sigit Rachmat. F-ist

Belakangan, media massa pun mendapatkan liputan yang dulu sangat jarang dilakukan. Hampir di setiap level penerimaan anggota Polri, selalu ada kisah menarik. Anak pemulung di Bangka Belitung yang diterima polisi, anak petani di Bali yang juga masuk. Dan semuanya tanpa sogokan atau titipan.

Ada yang menggelitik dari standing banner yang dipasang di lokasi launching dan bedah buku ini. Foto sampul buku di tengah biasa saja, tetapi pada bagian atas standing banner dituliskan kalimat ini: Jangan Meniti Karier dengan Mengandalkan Genderuwo, karena Genderuwo Hanya Akan Menghancurkan Institusi Polri. Sementara di bagian bawah juga ada kalimat yang (seharusnya) membuat kita tersenyum, bunyinya: Pembinaan Karier Polri Menggunakan Merit System, Bukan Married System.

Geladi resik launching buku dilakukan Jumat (23/3/2018). Arief dan istrinya, dr Niken pun mengikuti prosesi geladi resik agar pada hari H semuanya berjalan sesuai rundown acara. (mat)

Loading...