Suarasiber.com ( Tanjungpinang)- Kepulauan Riau patut berbangga. Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan, siswa-siswi dari SLB Negeri 1 Tanjungpinang,berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FL3SN) 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang menjadi wadah ekspresi seni dan literasi bagi siswa berkebutuhan khusus dari seluruh penjuru Indonesia.
Ajang ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia,melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan BPTI, dengan tujuan mendorong partisipasi aktif siswa dalam dunia seni, sekaligus memperkuat nilai inklusivitas dalam pendidikan nasional.
Tahun ini, SLBN 1 Tanjungpinang tampil luar biasa dengan meraih Penghargaan Harapan di dua cabang lomba yang berbeda, yaitu Ajang Cipta Komik Strip SMPLB/SMALB dan Ajang Film Pendek SMPLB/SMALB.
Kreativitas dalam Goresan: Komik Strip yang Menginspirasi
Penghargaan Harapan 1 dalam cabang komik strip diraih oleh Stevani Cahya Kumala, seorang siswi yang membuktikan bahwa imajinasi tidak mengenal batas. Melalui goresan tangannya, Stevani menghadirkan kisah yang menyentuh hati, menggambarkan perjuangan, harapan, dan semangat hidup dari sudut pandang yang jujur dan penuh warna. Karyanya bukan sekadar gambar, melainkan cerminan dari dunia batin yang kaya dan penuh makna.

Foto – Istimewa
Sinematografi yang Berbicara: Film Pendek Penuh Pesan
Sementara itu, tim film pendek yang terdiri dari Muhammad Affan Fikri, Muhammad Akshya, dan Myiesha Nafeeza berhasil menyuguhkan karya sinematik yang mengangkat tema inklusivitas dan keberanian. Dengan alur cerita yang kuat, visual yang ekspresif, dan penyampaian yang tulus, film mereka menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga berdampak.
Dukungan Penuh dari Sekolah dan Guru Pembimbing
Kepala SLBN 1 Tanjungpinang T.Sy. Nadhrah,S.Pd. menyampaikan rasa bangga dan haru atas pencapaian ini. “Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa dengan dukungan, kesempatan, dan semangat, anak-anak berkebutuhan khusus mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional,” ujarnya.
Guru pendamping (Sabri Arrasyid, S.Sn & Juliana Debataraja, S.Pd) pun turut mengungkapkan kebahagiaan mereka. “Proses kreatif bersama anak-anak ini adalah pengalaman yang luar biasa. Mereka tidak hanya belajar teknik, tetapi juga belajar menyampaikan perasaan, harapan, dan mimpi melalui karya seni. Kami hanya menjadi jembatan, selebihnya adalah keajaiban dari mereka sendiri.
Lebih dari Sekadar Lomba: Sebuah Gerakan Inklusif
Prestasi ini bukan hanya milik sekolah, tetapi juga milik seluruh masyarakat Tanjungpinang dan Kepulauan Riau. Ini adalah bukti bahwa inklusivitas dalam pendidikan mampu melahirkan generasi yang kreatif, percaya diri, dan siap berkontribusi untuk bangsa.
FL3SN bukan sekadar kompetisi, tetapi gerakan nasional untuk membuka ruang bagi semua anak Indonesia agar bisa bersuara melalui seni dan literasi.Rayakan Bersama KamiMari kita dukung terus talenta anak-anak luar biasa ini. Karena setiap karya mereka adalah suara, setiap prestasi mereka adalah harapan, dan setiap langkah mereka adalah inspirasi. Saksikan momen-momen kebanggaan ini melalui dokumentasi lomba FL3SN 2025 dan mari bersama-sama rayakan keberhasilan mereka. (sya)
Editor Yusfreyendi





