Jumat, 5 Juni 2026

Istana Tanggapi Tarif Impor 32% dari AS, Sebut Masih Ada Peluang Negosiasi Hingga 1 Agustus 2025

Tayang:


Suarasiber.com (Jakarta) – Pemerintah Indonesia menanggapi secara optimis keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menetapkan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk dari Indonesia mulai 1 Agustus 2025. Menurut Istana, keputusan tersebut justru membuka ruang tambahan bagi negosiasi lanjutan.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menyampaikan bahwa semula masa tenggang tarif resiprokal yang diumumkan sejak April 2025 dijadwalkan berakhir pada 9 Juli 2025. Namun, dalam pengumuman terbarunya, Presiden Trump menunda penerapan tarif hingga 1 Agustus 2025.

“Artinya, pemerintah AS memberikan tambahan waktu bagi Indonesia untuk melanjutkan proses negosiasi. Ini tentu kami sambut positif,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025), melansir Detik.com.

Peluang Penurunan Tarif Masih Terbuka

Hasan mengungkapkan bahwa dalam surat resmi yang diterima dari Presiden Trump, disebutkan secara eksplisit adanya peluang untuk membahas penyesuaian tarif sebelum tanggal diberlakukannya kebijakan tersebut.

“Presiden Trump menyatakan peluang diskusi masih terbuka, termasuk soal kemungkinan penurunan tarif,” tambahnya.


Pemerintah Indonesia, kata Hasan, tetap optimis bahwa tarif impor tersebut bisa dinegosiasikan ulang dalam waktu yang tersedia.

Tim Negosiasi RI Sudah di AS, Menko Airlangga Ikut Terlibat

Untuk menindaklanjuti peluang negosiasi tersebut, tim negosiasi tarif Indonesia sudah berada di Washington DC sejak awal Juli 2025. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah bertolak langsung dari Brasil menuju Amerika Serikat guna memperkuat diplomasi perdagangan secara langsung dengan administrasi Trump.

“Kami terus berupaya maksimal. Waktu yang diberikan sampai 1 Agustus akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mencari solusi terbaik,” kata Hasan.

Pemerintah Indonesia Tetap Optimis

Hasan menekankan bahwa hubungan diplomatik Indonesia–Amerika Serikat masih terjaga dengan baik, sehingga pemerintah yakin jalur negosiasi akan membuahkan hasil positif.

“Kita bangsa yang terbuka dan menjalin hubungan baik dengan banyak negara, termasuk AS. Masih ada waktu beberapa minggu, dan kami optimis ruang diskusi masih sangat terbuka,” tutup Hasan. (***)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id

Pasukan TNI Kontingen Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, Raih Penghargaan Internasional dan Harumkan Nama Indonesia

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyerahkan penghargaan kepada personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL saat penyambutan pasukan perdamaian PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Foto - Puspen TNI

Dari Dicopot hingga Diborgol: Tiga Mantan Pimpinan BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan oleh Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). Terlihat Dadan dengan wajah muram dibawa keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung menuju rumah tahanan. Foto - Instagram undercover.id