Kamis, 4 Juni 2026

Gubernur Panggul Sendiri Padi di Pundaknya

Tayang:


BINTAN (suarasiber) – Secara geografis, Kepri didominasi oleh lautan. Namun hal ini diminta Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun bukan penghambat untuk bisa unggul di sektor pertanian.

Gubenur menegaskan hal itu saat panen padi bersama PT Nirwana Lan Agrotek dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di Poyotomo, Kabupaten Bintan, Sabtu (18/8). Menurutnya, Kepri bisa mengembangkan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

Kegembiraan dirasakan Gubernur atas panen di Poyotomo, karena baginya itu membuktikan bahwa sumber daya di Kepri dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Dia sangat bersyukur, karena setiap petani di Poyotomo ini berhasil mengelola lahan yang ada dengan baik.


Untuk itu Gubernur mengapresasi kepada para petani yang telah berhasil mengolah sawah dan ladang, sehingga sukses menggarap lahan pertanian hingga panen sekarang ini. “Petani dan BPTP Kepri, telah memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi,” kata Nurdin.

Pada kesempatan ini, Gubenur turun ke lahan yang dipanen kemudian memanggul sendiri tumpukan padi yang masih menempel di batangnya. Caping atau penutup kepala khas petani menutupi kepala Gubernur, menjadikan dia perhatian seluruh undangan dan warga yang hadir kala itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah ikut membantu para petani di Bintan. Dalmasri menceritakan kalau dirinya dan para petani termotivasi oleh Gubernur karena kebutuhan dan keperluan petani selalu disiapkan Pemprov Kepri.

Proses panen padi di lokasi pertanian Poyotomo yang dihadiri Wabup Dalmasri Syam dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. F-humasbintan

“Lahan pertanian kita memang tidak seluas di Pulau Jawa, tapi sejatinya kita punya potensi itu. Tinggal bagaimana kita melakukan inovasi berkesinambungan agar potensi itu benar-benar bisa dimanfaatkan. Ini salah satu contohnya,” ujar Dalmasri..

Padi yang dikembangkan merupakan jenis padi Infara 2 yang umurnya mencapai 120 hari sebelum memasuki masa panen. Tahun 2017 lalu, Kelompok Tani Poyomakmur panen perdana mencapai 5,2 ton. Tahun ini, panen diperkirakan mencapai 5,8 ton.

Robinson Putra dari BPTP Kepri menerangkan, Kelompok Tani Poyomakmur ini merupakan binaan BPTP bersama Dinas Pertanian. Melihat kondisi tanah yang mengandung banyak zat besi, maka metode penanaman menggunakan teknologi pencucian serta pengairan tersaring. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Bintan Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut, Roby Kurniawan Sebut Hasil Kerja Kolektif Seluruh OPD

Bupati Bintan Roby Kurniawan menerima LHP LKPD Tahun Anggaran 2025 dari Kepala BPK Perwakilan Kepulauan Riau, Selasa (2/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati Roby: Inovasi Harus Berkelanjutan, Galanova Award 2026 Jadi Pemacu Kinerja OPD Bintan

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyerahkan penghargaan Galanova Award 2026 kepada perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bintan sebagai peringkat I Kategori Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Terinovatif di Bintan, Selasa (2/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati Roby Siapkan Layanan Home Care 21 Hari bagi Jemaah Haji Bintan yang Baru Pulang dari Tanah Suci

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyalami jemaah haji asal Bintan saat penyambutan kepulangan Kloter BTH 01 Embarkasi Batam di Aula Arafah I Asrama Haji Batam, Senin (1/6/2026). Foto - Diskominfo Bintan

Bupati dan Wakil Bupati Bintan Hadiri Sholat Idul Adha, Serahkan Sapi Kurban Presiden RI

Bupati Bintan Roby Kurniawan di dampingi Sekda Bintan Ronny Kartika mengikuti Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Bola Kampung Simpangan KM 16, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Bintan