Jumat, 5 Juni 2026

Rapat Ini Salah Satunya Membahas Lokasi Penempatan Septic Tank

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Tanjungpinang merupakan satu dari 11 kabupaten/kota yang mendapatkan perhatian pusat untuk penataan permukiman kumuh. Dua kelurahan, yakni Tanjungunggat dan Kampung Bugis segera ditata.

Bapelitbang Kota Tanjungpinang bersama Satker, OPD dan camat serta lurah di wilayah tersebut menggelar rapat, Rabu (30/5/2018) di Ruang Rapat Bappelitbang. “Penataan harus dilakukan secara terintegrasi dan terencana,” kata Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Drs Surjadi MT.

Program ini dilaksanakan dalam bentuk pembangunan untuk kegiatan fisik dan non fisik antara lain, pembangunan pelantar pembatas Kampung Bugis, perbaikan rumah jalan Pelantar Harapan, rona performance perumahan (pengecatan) Pelantar Swadaya, gotong royong kebersihan, sosialisasi pembiayaan swadaya mikro yang dilaksanakan oleh Perkim, penyuluhan kesehatan, pengawasan air minum dari Dinas Kesehatan, konsolidasi tanah dari Pemko dan BPN, Bulan Bakti Gotong royong, serta beberapa kegiatan lainnya..


Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP), Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP), maupun Dinas Provinsi Kepri yang saling berkaitan. Contohnya kegiatan pelebaran Jalan Harapan oleh Dinas Provinsi Kepri. Kegiatan tersebut bisa terlaksana apabila ada keterpaduan dengan kegiatan perbaikan Jalan Pelantar Harapan oleh Dinas Perkim Kota Tanjungpinang.

Dalam waktu dekat tim evaluasi dari pusat akan berkunjung ke Kota Tanjungpinang. Surjadi mengharapkan agar setiap permasalahan bisa dicari solusinya.

Perwakilan Satker PSPLP Kepri, Fiska menyampaikan pembambangunan Ipal komunal (sanimas) di Kampung Bugis, pagu anggaran APBN sebesar Rp400 juta. Namun pihaknya masih belum menemukan di mana lokasi septic tank akan ditempatkan.

“Semoga Pemko Tanjungpinang dapat menentukan titik lokasi untuk membangun septic tank, agar penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dapat dilakukan 10 Juli mendatang,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Surjadi meminta jajarannya turun ke lapangan bersama dengan tim satker guna mencari lahan yang cocok untuk penempatan septic tank tersebut.

Sementara itu, Satker PKP Kepri, Sardi mengaku tidak menemukan kendala dalam pelaksanaan kegiatan di wilayah Kampung Bugis. “Sesuai rencana, perkembangan sudah 10 persen,” jelasnya.(mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Sertifikasi Halal Jadi Standar Daya Saing Produk Daerah, Wali Kota Tanjungpinang Dorong Pelaku Usaha Siap Hadapi Wajib Halal 2026

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha saat Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 di Gedung Dekranasda Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Kamis (4/6/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang.

Korupsi Kredit Mikro BRI Tanjungpinang Rugikan Negara Rp4,07 Miliar, Kejati Kepri Tetapkan Tersangka Kelima

Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Kantor Kejati Kepri, Tanjungpinang, Rabu (3/6/2026). Foto - istimewa

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa