Kamis, 4 Juni 2026

Homestay di Desa Wisata Gerupuk, Mandalika, Dipastikan Siap Jelang MotoGP

Tayang:


Suarasiber.com – Homestay Desa Wisata Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berdekatan dengan MotoGP Mandalika Circuit dipastikan siap disewa menjelang MotoGP mendatang.

Kepastian ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat meninjau lokasi, Sabtu (16/1/2022).

Kunjungan Sandiaga ini guna mempersiapkan seluruh aspek pariwisata dan ekonomi kreatif menjelang perhelatan MotoGP Mandalika yang rencananya akan digelar pada Oktober tahun ini.


Sandi menilai homestay di Desa Wisata Gerupuk merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang berkeadilan. Disebutnya demikian karena menyediakan fasilitas rumah swadaya, yang pembangunannya melibatkan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi, masyarakat ikut serta bersama-sama dalam mendesain kemudian membangun dan tentunya memperoleh manfaat dari hal tersebut,” ujarnya dalam rilis resmi.

Program homestay merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) atau yang biasa dikenal dengan program bedah rumah.

Pada 2020 program ini ditingkatkan untuk menunjang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok, NTB, yang merupakan salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Homestay ini menyasar pasar milenial kelas menengah yang ingin menikmati keindahan Mandalika, tapi tidak memiliki budget yang cukup untuk penginapan bintang lima.

Dengan harga satu kamarnya Rp250.000/malam sudah termasuk sarapan, wifi, dan listrik, Sandiaga merasa harga tersebut cukup terjangkau.

Ia berencana akan menginap semalam di homestay bersama Gubernur NTB sebelum MotoGP dimulai. Sandi pun mendorong penggunaan platform digital. Sandiaga berencana akan memberikan fasilitasi terkait digitalisasi dan virtualisasi guna mempromosikan homestay ini.

Sementara itu Direktur Rumah Swadaya KemenPUPR K.M. Arsyad menjelaskan dalam pembangunan rumah ini pihaknya tidak meninggalkan nuansa lokal. Dimana konsep desainnya berdasarkan ruang tradisional Lombok, ada sesangkok, jadi kalau ingin masuk ke dalam rumah harus menunduk terlebih dahulu untuk memberikan penghormatan.

Kemudian bentuk atap stilasi yang juga mengadopsi nuansa lokal. Konsol dibuat lebih rendah sebagai filosofi rumah adat Sasak tentang bagaimana tamu menghargai privasi pemilik rumah.

“Di samping homestay, kami juga melakukan pengembangan rumah untuk meningkatkan kualitas agar menjadi rumah layak huni. Jadi, langsung memperoleh dua fungsi, pertama pariwisata dan kedua rumah layak huni,” jelas Ardya.

KementerianPUPR sampai sejauh ini juga telah membangun 300 unit Rumah Swadaya di Lombok.

Hadir dalam kunjungan ini Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Hari Sungkari, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara Satu KemenPUPR Rini Dyah Mawarty. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Scoot Resmi Buka Rute Singapura–Belitung, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan Mancanegara

Suarasiber.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat konektivitas udara...

Bappenas Dorong Pulau Penyengat Jadi Pusat Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu

Suarasiber.com (Kota Tanjungpinang) - Bappenas RI melihat potensi besar...

Triwulan Pertama 2026, Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Alami Tren Positif

Suarasiber.com (Kota Tanjungpinang) - Kunjungan wisatawan manca negara (wisman)...

Pulau Cempedak Bintan Masuk 5 Besar Hotel Terbaik Asia 2026, Bukti Kekuatan Pariwisata Indonesia

Vila berbahan bambu di Pulau Cempedak, Bintan, Kepulauan Riau ini menjadi salah satu daya tarik utama resor eksklusif yang masuk daftar 10 hotel dan resor terbaik di Asia 2026 versi Gold List. Foto - cempedakisland