Jumat, 5 Juni 2026

Serap Aspirasi Pengusaha, Soerya Respationo Bakal Urai Benang Kusut di Kawasan FTZ Karimun

Tayang:


Suarasiber.com – Tingginya biaya ekonomi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, menjadi keluhan yang disampaikan sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Karimun saat bertemu calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo di Lantai 7, Hotel Aston Batam, Minggu (29/11/2020) malam.

Para pengusaha dari berbagai jenis industri dan bidang mengungkapkan isi hatinya, terkait menurunnya perekonomian saat ini.

“Jika nanti Bapak Soerya Respationo terpilih seagai Kepala Daerah di Provinsi Kepri, Kalau kami boleh meminta, kiranya bapak bisa memperjuangkan diberlakukannya FTZ secara menyeluruh di kawasan Karimun,” jelas Eddy Asun, salah satu pengusaha di Karimun ini.


Mengingat, tambahnya, aturan yang ada sangat membuat sulit para pengusaha di karimun. Khususnya saat akan melakukan pemasukan barang maupun mengirim ke luar kawasan FTZ.

Hal ini sangat membuatnya bingung untuk melakukan aktivitas yang resmi dan sah. Sementara aturannya sangat memberatkan para pengusaha.

Namun jika melakukan kegiatan ilegal tentunya akan membahayakan diri sendiri, perusahaan dan karyawan.

“Untuk itu, kami meminta agar ada perhatian serius dari calon Kepala Daerah di Kepri nanti.

Kiranya bisa memberikan solusi yang terbaik untuk pengusaha. Terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, pria yang berpasangan dengan Iman Sutiawan di Pilkada Kepri dan mengantongi nomor urut 1 ini, menegaskan akan melakukan inventarisasi akan semua produk-produk aturan perundang-undangan yang ada di Kepri.

Baik yang mengatur terkait FTZ atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Karimun maupun Peraturan Pemerintah-nya (PP).

“Kalau kami diberikan kepercayaan untuk memimpin Kepri, kami akan menginventarisasi semua produk-produk aturan perundang-undangan yang ada di Kepri.

Mengingat, semua ini harus diputuskan melalui kajian-kajian yang sangat signifikan,” terang Soerya di hadapan para pengusaha.

Dan yang paling utama, adalah jangan sampai ada peraturan yang saling bertabrakan antara aturan yang satu dengan yang lain.

“Mengingat, jika sudah bertabrakan pasti akan berpotensi memunculkan biaya tinggi yang pada akhirnya akan merugikan konsumen atau masyarakat,” terangnya. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id

Pasukan TNI Kontingen Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, Raih Penghargaan Internasional dan Harumkan Nama Indonesia

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyerahkan penghargaan kepada personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL saat penyambutan pasukan perdamaian PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Foto - Puspen TNI

Dari Dicopot hingga Diborgol: Tiga Mantan Pimpinan BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan oleh Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). Terlihat Dadan dengan wajah muram dibawa keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung menuju rumah tahanan. Foto - Instagram undercover.id