Kamis, 4 Juni 2026

Komjen Arief: Siswa Diktuba Harus Menjadi Agent Of Change

Tayang:


YOGYAKARTA (suarasiber) – Komjen Pol Drs H Arief Sulistyanto MSi, mengatakan 153 orang siswa Diktukba (pendidikan pembentukan bintara) harus bisa menjadi agent of change.

Atau, menjadi orang yang mampu mengubah lingkungan ke arah yang lebih baik. Dan, tetap berpegang teguh pada Tribrata dan Catur Prasetya.

“Belajar dan berlatih, persiapkan diri. blbaik dalam bidang peningkatan profesionalitas maupun pembangunan integritas.


Sehingga begitu menjadi anggota Polri dapat mempengaruhi lingkungan menjadi lebih baik lagi,” kata Komjen Arief Sulistyanto MSi.

Hal ini disampaikan Arief saat memberikan arahan kepada personel dan siswa Diktukba Polri tahun 2019/2020 di SPN Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (17/1/2020), sebagaimana disampaikan ke suarasiber.com.

Pola Pengasuhan Adalah Komponen Terpenting

Arief mengapresiasi Kapolda DIY, Kepala SPN serta seluruh pengasuh di diktuba ini. Karena sudah memperhatikan fasilitas pendidikan dan latihan di SPN Polda DIY. Untuk mengubah siswa Diktuba jadi agent of change.

“Organisasi Polri tidak akan bisa berjalan dengan baik. Jika, sumber daya manusianya tidak dikelola dengan baik,” kata Arief.

Di dalam organisasi ada empat unsur, yaitu manusia, materil, money atau uang dan sistem atau metode. Ditegaskannya, “Yang paling utama adalah sumber daya manusia.”

Oleh karena itu, ujar Arief, dalam proses pendidikan dan pelatihan, pola pengasuhan menjadi salah satu komponen terpenting.

“Tujuan pola pengasuhan, adalah mengarahkan dan mengubah mindset para siswa. Dari seorang remaja menjadi seorang anggota Polri yang profesional,” jelas Arief.

Pandanglah Langit Sejauh Mungkin

Bagi para tenaga pendidik, pengasuh dan instruktur, Arief berpesan agar memberikan nilai-nilai yang baik kepada para siswa. Sehingga, bermanfaat untuk masyarakat dan institusi saat sudah jadi polisi.

Apabila para siswa menjadi polisi yang berprestasi. Dan, menjadi agent of change kebaikan. Maka, pahala akan mengalir juga ke para tenaga pendidik.

“Kita harus bangga ditugaskan di tempat ini. Karena lembaga pendidikan dan latihan ini menentukan masa depan Polri.

Pandanglah langit sejauh mungkin, lebih jauh daripada kita memandang bumi. InsyaAllah, kita akan dapat mencapai apa yang kita inginkan,” imbuhnya. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Dari Dicopot hingga Diborgol: Tiga Mantan Pimpinan BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan oleh Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). Terlihat Dadan dengan wajah muram dibawa keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung menuju rumah tahanan. Foto - Instagram undercover.id

Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 111 Jakarta, Sempat Makan dan Bernyanyi Bersama Siswa

Presiden Prabowo Subianto meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto - presidenri.go.id

Prabowo Copot Dadan Hindayana dan Dua Wakil Kepala BGN, Hasil Evaluasi 1,5 Tahun

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto - Instagram sekretariat kabinet

Meta Luncurkan Instagram dan WhatsApp Berbayar, Tarif Mulai Rp 53.000 per Bulan

Meta resmi memperkenalkan layanan berlangganan premium untuk platform media sosial mereka, yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp.