Kamis, 4 Juni 2026

Keren Ah, Empat Desa Wisata Indonesia Masuk Top 100 Dunia

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Meski, masih ada desa yang hanya bisa menggunakan kucuran anggaran dari APBN untuk biaya dinas luar. Namun, ada juga desa yang berprestasi internasional.

Sebab, perangkat desanya mampu mengelola dana desa dengan baik. Seperti dua desa di Bali, dan Yogyakarta ini.

Desa Pemuteran (Bali), dan Desa Penglipuran (Bali). Kemudian, Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta), dan Desa Pentingsari (Yogyakarta) masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD).


https://www.instagram.com/p/BzrWp5ZgvO-/

Penghargaan Sustainable Destinations Top 100, adalah program tahunan Green Destinations Foundation. Tujuannya, memamerkan cerita sukses, dan praktik pariwisata berkelanjutan dari destinasi pariwisata di seluruh dunia.

Terapkan Pedoman Internasional

https://www.instagram.com/p/BQNr8CzjZs4/

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dadang Rizki Ratman di Jakarta, Senin (28/10/2019) menjelaskan, ke-4 destinasi tersebut mampu bersaing di level internasional. Karena, memakai pedoman yang sudah berstandar internasional.

“Konsep Desa Penglipuran yang masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan dunia, salah satunya karena desa itu dianggap bisa mempertahankan sisi tradisional. Dan, kelestarian lingkungannya,” ujar Dadang, sebagaimana dirilis kemenpar.go.id, Senin (28/10/2019).

Menurut Dadang, penataan desa dan bangunan tradisional di Desa Penglipuran masih terjaga utuh. Begitu juga dengan 75 hektare hutan bambu dan 10 hektare vegetasi yang masih terawat. Inilah yang menjadi ciri khas Penglipuran selama ini.

“Meski mayoritas penduduk sudah menganut hidup modern tapi nuansa tradisional khas Bali tidak hilang begitu saja. Kini, Desa Penglipuran jadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia,” katanya.

Demikian juga ketiga desa wisata lainnya yang menjaga keseimbangan dalam mengelola desa wisata. Dengan mendapatkan manfaat ekonomi dari melestarikan budaya dan alam sekitar desa.

Akan Diundang ke Berlin

https://www.instagram.com/p/Bzaov4ng84G/

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif, Valerina Daniel menambahkan, keempat desa wisata tersebut masuk dalam kategori Konservasi Lingkungan, Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, dan Sosial-Budaya.

“Nantinya, destinasi yang berada di peringkat teratas pada daftar Sustainable Destinations Top 100 akan diundang untuk menerima ‘Best of Top 100’ di ITB Berlin 2020,” kata Valerina Daniel. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Scoot Resmi Buka Rute Singapura–Belitung, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan Mancanegara

Suarasiber.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat konektivitas udara...

Bappenas Dorong Pulau Penyengat Jadi Pusat Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu

Suarasiber.com (Kota Tanjungpinang) - Bappenas RI melihat potensi besar...

Triwulan Pertama 2026, Kunjungan Wisman ke Tanjungpinang Alami Tren Positif

Suarasiber.com (Kota Tanjungpinang) - Kunjungan wisatawan manca negara (wisman)...

Pulau Cempedak Bintan Masuk 5 Besar Hotel Terbaik Asia 2026, Bukti Kekuatan Pariwisata Indonesia

Vila berbahan bambu di Pulau Cempedak, Bintan, Kepulauan Riau ini menjadi salah satu daya tarik utama resor eksklusif yang masuk daftar 10 hotel dan resor terbaik di Asia 2026 versi Gold List. Foto - cempedakisland