Kamis, 4 Juni 2026

Krisis Air Baku Mengancam Kepri, Pemerintah di Mana?

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Krisis air baku semakin mengancam Kepri. Waduk Gesek di Toapaya, Bintan sudah kering sejak beberapa pekan lalu.

Di Lingga sumber air bakunya juga mulai menyusut. Begitu juga di Batam. Sementara bakal Waduk Busung hingga kini cuma jadi igauan.

Sedangkan Waduk Seipulai di Batu 15 ke arah Kijang pun sudah menyusut. Waduk ini dan Waduk Gesek dikelola PDAM Tirta Janggi Kepri.


Ironisnya, dalam kondisi krisis seperti itu hingga kini proses rekrutmen direksi PDAM tak kunjung diselesaikan Pemprov Kepri.

Sama halnya juga dengan fasilitas penyulingan air laut menjadi air tawar (sea water reverse osmosis), yang hingga kemarau datang menerjang, tak kunjung beroperasi.

Baik yang di Batu Hitam, Tanjungpinang maupun yang di Pulau Penyengat.

“Sulit menghilangkan kesan abai dan tidak serius mengurus air dari pemerintah daerah. Baik provinsi, kota dan kabupaten. Sehingga tak bisa dielak jika muncul pertanyaan, pemerintah di mana?” kata Zainal, aktivis pemuda di Tanjungpinang kepada suarasiber.com, Minggu (16/3/2019).

Zainal, yang juga caleg Partai Demokrat untuk Dapil Tanjungpinang Kota/Barat, mengapresiasi kepolisian Tanjungpinang. Atas diskresi yang dilakukan dalam bentuk pembagian air bersih.

Baca Juga:

Dibuka Pendaftaran Petugas TPS, Umur Minimal 17 Tahun

Video Soimah Kepedasan Ini Dijamin Bikin Anda Terpingkal

Badai Menerjang dan Mencari Perisai

Kurang 24 Jam, 3 Nyawa Melayang di Jalan Raya Tanjungpinang

Jutaan Batu di Natuna adalah Destinasi Pariwisata Masa Depan Indonesia

“Harus angkat topi untuk jajaran Polres Tanjungpinang. Semestinya, diskresi seperti itu juga dilakukan Pemda,” ucapnya.

Pendapat senada disampaikan anggota DPRD Kepri Ing Iskandarsyah. Menurutnya, masalah air bersih yang merupakan salah satu kebutuhan dasar yang perlu jadi prioritas, dan perhatian kepala daerah se-Kepri.

“Sembilan tahun yang lalu saya sudah ingatkan masalah air ini. Karena Kepri, adalah pulau-pulau kecil yang sangat tergantung dengan air hujan dan pulau-pulau kecil rentan dengan perubahan cuaca dan mitigasi,” beber Iskandarsyah.

Saya, imbuhnya, pernah berdebat panjang tentang pohon sawit yang ditanam tidak jauh dari Waduk Seipulai. Sebaiknya tidak dikasih izin lagi ke depan, kareba banyak menyerap air,” tukasnya. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri

Kejati Kepri Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan, Kajati Lantik Pejabat Baru dan Tekankan Integritas

Jajaran pejabat Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat Eselon IV di Aula Sasana Baharuddin Lopa, Senin (25/5/2026). Foto - Kasi Penkum Kajati Kepri

Ketua KKSS Kepri Bangga, Andi Ampa Djaya Juara Duta Bahasa Kepri 2026

Ketua BPW KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, bersama Andi Ampa Djaya usai dinobatkan sebagai Juara II Putra Duta Bahasa Kepri 2026 pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepri di Ballroom Alltrue Hotel, Tanjungpinang, Kamis (21/5/2026). Foto - Istimewa