Suarasiber.com (Aceh Selatan) — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meresmikan SPBU Nelayan 18.237.014 di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, Kamis (30/4/2026). Kehadiran SPBU ini diharapkan mempermudah akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
SPBU Nelayan tersebut berlokasi di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur. Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari program BBM Satu Harga yang bertujuan menghadirkan energi berkeadilan hingga ke wilayah terpencil.
Peresmian dihadiri Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi sekaligus Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono mengatakan, kehadiran SPBU Nelayan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
“Kehadiran negara melalui SPBU Nelayan diharapkan dapat mengubah tatanan ekonomi masyarakat. Nantinya akan terintegrasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung,” ujar Ferry.
Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan peresmian SPBU Nelayan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan distribusi energi.
“Melalui program BBM Satu Harga, kami memastikan ketersediaan energi yang berkeadilan. Kehadiran SPBU ini diharapkan mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi nelayan,” kata Eko.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menambahkan bahwa SPBU Nelayan ini akan mempermudah akses energi bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Bakongan Timur.
“Kami berharap kehadiran SPBU ini dapat meningkatkan efisiensi aktivitas melaut serta produktivitas nelayan,” ujarnya.
Sebelum SPBU tersebut beroperasi, nelayan setempat harus menempuh jarak sekitar 4,4 kilometer hingga 6,4 kilometer untuk memperoleh BBM. Kondisi ini dinilai kurang efisien dan menambah biaya operasional.
Kini, dengan hadirnya SPBU Nelayan 18.237.014, nelayan dapat mengakses BBM lebih dekat dan cepat. SPBU ini menyalurkan Biosolar bersubsidi sesuai ketentuan BPH Migas, dengan sistem distribusi berbasis aplikasi XStar dan rekomendasi dinas terkait.
SPBU Nelayan ini juga dikelola oleh Koperasi KNTI Aceh Selatan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi di wilayah pesisir.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperluas akses layanan energi guna mendukung ketahanan energi nasional serta pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Kehadiran SPBU Nelayan di Aceh Selatan diharapkan menjadi solusi nyata atas keterbatasan akses BBM sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan.(***)
Editor Syaiful





