Jumat, 5 Juni 2026

Memaki Narasumber Lain, Abu Janda Diusir dari Talkshow di TV

Tayang:


Suarasiber.com (Jakarta) – Perdebatan sengit terjadi dalam program Rakyat Bersatu yang ditayangkan Inews TV pada Selasa (10/3) malam. Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda terlibat adu argumen dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari saat membahas konflik Amerika Serikat, Israel, Iran, hingga Palestina.

Situasi memanas ketika Feri Amsari menyinggung keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dalam Board of Peace (BOP) yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut Feri, langkah tersebut kurang tepat karena dalam forum itu juga melibatkan Israel, negara yang dituduh melakukan berbagai pelanggaran terhadap rakyat Palestina.

Feri kemudian mengingatkan hubungan historis antara Palestina dan Indonesia. Ia menyebut Palestina termasuk pihak yang sejak awal mendukung kemerdekaan Indonesia, bahkan menyinggung kontribusi bangsawan Palestina Muhammad Ali Taher yang pernah memberikan dukungan dana melalui Agus Salim untuk perjuangan kemerdekaan.


“Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang membantu perjuangan bangsa ini melalui Agus Salim, belum tentu kita merdeka seperti sekarang,” ujar Feri dalam acara tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki utang sejarah terhadap Palestina.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari Abu Janda. Ia menolak klaim bahwa Indonesia memiliki utang budi terhadap Palestina dan menyebut narasi tersebut sebagai informasi yang tidak benar.

“Utang apa bangsa kita terhadap Palestina? Jangan ngaco. Ada hoaks yang bilang Palestina negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, itu hoaks,” kata Abu Janda dengan nada tinggi.

Sebelumnya, perdebatan juga terjadi ketika Abu Janda menyoroti sikap sebagian masyarakat Indonesia yang dianggapnya memiliki sentimen anti-Amerika. Menurutnya, kebencian terhadap Amerika sering kali tidak didasari pemahaman sejarah yang utuh.

Ia berpendapat Amerika memiliki peran penting dalam proses kemerdekaan Indonesia, salah satunya melalui tekanan terhadap Belanda pada masa setelah Proklamasi 1945.

“Orang ingatnya cuma 17 Agustus. Padahal setelah itu Belanda kembali bersama NICA untuk melucuti tentara Jepang. Amerika punya peran besar dalam perjalanan kemerdekaan kita,” ujar Abu Janda.

Pernyataan tersebut sempat ditanggapi oleh mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti yang juga menjadi narasumber dalam diskusi itu. Ia menyarankan agar pembahasan sejarah melihat berbagai perspektif, termasuk alasan Amerika ikut terlibat dalam dinamika politik Indonesia pada masa tersebut.

Ikrar bahkan menyarankan membaca buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin yang menjelaskan konteks keterlibatan Amerika, termasuk kekhawatiran negara tersebut terhadap pengaruh komunisme di Indonesia saat itu.

Namun sebelum penjelasan selesai, Abu Janda kembali memotong pembicaraan dan melontarkan kata-kata kasar, sehingga moderator Aiman sempat mengingatkan agar diskusi tetap berjalan tertib.

Perdebatan panas tersebut kemudian menjadi perhatian publik di media sosial setelah potongan videonya beredar luas. Banyak warganet menyoroti jalannya diskusi yang dinilai berlangsung emosional saat membahas isu geopolitik dan sejarah hubungan Indonesia dengan negara lain. (***)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id

Pasukan TNI Kontingen Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, Raih Penghargaan Internasional dan Harumkan Nama Indonesia

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyerahkan penghargaan kepada personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL saat penyambutan pasukan perdamaian PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Foto - Puspen TNI

Dari Dicopot hingga Diborgol: Tiga Mantan Pimpinan BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan oleh Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). Terlihat Dadan dengan wajah muram dibawa keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung menuju rumah tahanan. Foto - Instagram undercover.id