Minggu, 7 Juni 2026

SPPG Polresta Tanjungpinang Terapkan Food Safety Ketat, Jamin Kualitas Makanan Program MBG untuk Siswa

Tayang:


Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Tanjungpinang menerapkan standar food safety atau keamanan pangan tingkat tinggi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan setiap makanan yang didistribusikan kepada siswa benar-benar aman, sehat, dan berkualitas. Penerapan ini dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah di wilayah Kota Tanjungpinang.

Kegiatan pengawasan dan penerapan standar keamanan pangan tersebut berlangsung di pusat operasional SPPG Polresta Tanjungpinang yang berlokasi di Jalan Rumah Sakit, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, pada Senin (26/1/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan program pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak usia sekolah.

Penerapan food safety dilakukan sebagai bentuk jaminan bahwa setiap porsi makanan yang diterima siswa tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga layak konsumsi serta terbebas dari risiko kontaminasi bahan kimia berbahaya maupun bakteri patogen. Hal ini penting mengingat makanan yang dikonsumsi anak-anak memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan daya konsentrasi mereka dalam proses belajar.


Keamanan pangan di SPPG Polresta Tanjungpinang dimulai dari tahapan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim ahli gizi Polri dari Sidokkes Polresta Tanjungpinang. Sebelum makanan dimuat ke dalam armada distribusi, seluruh menu terlebih dahulu menjalani uji organoleptik, yaitu pengujian yang mencakup pengecekan warna, aroma, rasa, dan tekstur makanan. Pengujian ini bertujuan memastikan makanan masih dalam kondisi segar, layak konsumsi, serta sesuai standar mutu pangan.

Tidak hanya itu, tim juga melakukan rapid test atau uji cepat untuk mendeteksi keberadaan zat kimia berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan. Pemeriksaan ini meliputi pendeteksian kandungan nitrit, sianida, arsen, dan formalin. Selain aspek kimia, pengawasan juga dilakukan terhadap kemungkinan cemaran bakteri patogen seperti Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella, yang kerap menjadi penyebab utama keracunan makanan.

“Setiap menu makanan yang akan didistribusikan harus dinyatakan aman dan bebas dari zat berbahaya. Tidak ada toleransi terhadap risiko yang dapat membahayakan kesehatan siswa,” ujar Kepala SPPG Polresta Tanjungpinang, Ghiva Renjana Hadi, S.Si., dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa proses produksi makanan di SPPG Polresta Tanjungpinang selalu melibatkan inspeksi internal yang ketat dan pengawasan langsung dari tenaga ahli gizi. Seluruh tahapan disesuaikan dengan standar gizi nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Tujuan utama kami adalah mencegah terjadinya risiko keracunan makanan sekaligus mendukung kesehatan anak-anak sekolah. Ini merupakan bentuk nyata investasi Polri dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya.

Selain pemeriksaan makanan, pusat pengolahan SPPG Polresta Tanjungpinang juga dirancang dengan standar sanitasi tinggi. Area dapur dijaga tetap steril untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang selama proses memasak. Seluruh peralatan masak, meja kerja, serta area penyimpanan bahan pangan dibersihkan secara berkala menggunakan prosedur sanitasi yang telah ditetapkan.

Para petugas yang terlibat dalam pengolahan makanan juga diwajibkan mematuhi protokol kebersihan, seperti menggunakan sarung tangan, masker, penutup kepala, dan pakaian kerja khusus. Hal ini dilakukan agar proses pengolahan makanan tetap higienis dan sesuai standar keamanan pangan.

Untuk menjaga kualitas makanan hingga sampai ke tangan siswa, SPPG Polresta Tanjungpinang menerapkan prosedur distribusi dengan protokol khusus. Makanan dikemas menggunakan wadah food grade yang kedap udara dan aman untuk pangan. Pengemasan ini bertujuan menjaga kebersihan makanan sekaligus mempertahankan suhu dan kualitas nutrisi di dalamnya.

Pendistribusian makanan dilakukan menggunakan kendaraan logistik tertutup milik Polri. Armada ini dirancang khusus agar makanan terlindung dari debu, polusi udara, serta perubahan suhu yang dapat memengaruhi kualitas makanan selama perjalanan menuju sekolah.

Langkah komprehensif ini menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas utama. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh makanan bergizi, tetapi juga terjamin dari risiko kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak layak.

Penerapan standar food safety oleh SPPG Polresta Tanjungpinang diharapkan dapat menjadi role model atau percontohan bagi wilayah lain dalam pelaksanaan program serupa. Integrasi antara pengawasan medis, keamanan pangan, dan ketepatan nutrisi dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas program MBG secara nasional.

Selain itu, program ini juga diyakini mampu memberikan dampak jangka panjang, seperti menekan angka stunting, meningkatkan daya tahan tubuh anak, serta memperbaiki konsentrasi belajar siswa di sekolah. Dengan asupan gizi yang cukup dan aman, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat dan produktif.

Melalui komitmen kuat dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan, Polresta Tanjungpinang membuktikan peran aktifnya dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pemenuhan gizi anak.(***)

Editor Syaiful

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Bosan Teras Rumah Terasa Gerah? Coba Pasang “Kanopi Hidup” Ini!

Ady Indra Pawennari memperlihatkan buah markisa yang tumbuh subur di kanopi hidup berbahan tanaman rambat di pekarangan rumahnya, Minggu (7/6/2026). Foto - Ady Indra Pawennari

Pelaku UMKM di Tepi Laut Sepakati Relokasi Selama Penataan Taman Gurindam 12, Pendataan Mulai 8 Juni

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan...

Sertifikasi Halal Jadi Standar Daya Saing Produk Daerah, Wali Kota Tanjungpinang Dorong Pelaku Usaha Siap Hadapi Wajib Halal 2026

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyerahkan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha saat Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 di Gedung Dekranasda Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Kamis (4/6/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang.

Korupsi Kredit Mikro BRI Tanjungpinang Rugikan Negara Rp4,07 Miliar, Kejati Kepri Tetapkan Tersangka Kelima

Aspidsus Kejati Kepri Ismail Fahmi memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Kantor Kejati Kepri, Tanjungpinang, Rabu (3/6/2026). Foto - istimewa