Jumat, 5 Juni 2026

Kepsek dan 9 Guru Terancam Dipecat Buntut Dugaan Manipulasi Nilai Rapor

Tayang:


Suarasiber.com – Kepala sekolah SMPN 19 Depok dan sembilan guru terancam dikenaik sanksi pemecatan. Mereka diduga manipulasi nilai rapor siswa.

Temuan ini berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kemendikbudristek merekomendasikan, hukuman yang diberikan terdiri dari tiga kategori, yaitu hukuman ringan, berat, hingga pemecatan.


Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Siti Chaerija, bentuk hukuman yang akan diberikan diserahkan kepada Inspektorat Daerah dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok.

“Kami menyerahkan ke Inspektorat dan BKPSDM, jadi nanti yang memberikan sanksi atau hukuman adalah BKPSDM. Nama-nama dari direktorat sudah ada, guru honor yang harus diberhentikan itu tiga, semuanya sembilan termasuk kepala sekolah, sisanya lima,” kata Siti, Senin (5/8/2024), melansir pmjnews.com.

Untuk 51 peserta didik lulusan SMPN 19 Depok yang sempat dianulir oleh delapan SMA Negeri di Depok, kini telah mendapatkan sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.

Kronologi Manipulasi Rapor SMPN 19 Depok

Mengutip tempo, pelaksana harian (Plh) Kepala Disdik Jabar Mochamad Ade Afriandi mengungkapkan, kecurangan manipulasi rapor terungkap setelah ada anomali data tahap 2 PPDB. Setelah itu, Bidang pengawasan PPDB Jabar dan Panitia PPDB di sebuah SMA kota Depok memvalidasi ke sekolah asal. Ssaat divalidasi, nilai rapor yang diunggah oleh calon peserta didik (CPD) sama dengan nilai di sekolah asal mereka.

“Pada saat divalidasi ke sekolah, disandingkan antara nilai rapor yang diunggah oleh CPD dengan buku rapor, dan juga buku nilai yang ada di sekolah, itu tidak ada perbedaan nilai,” tutur Ade, pada 16 Juli 2024.

Kecurangan baru terungkap usai Itjen Kemendikbudristek melakukan pengecekan nilai rapor melalui aplikasi e-rapor. Setelah dibuka, nilai e-rapor berbeda dengan buku rapor sekolah.

“Sehingga akhirnya ditelusuri oleh Itjen Kemendikbud bersama kami dan akhirnya diketahui jelas lah, ada istilahnya di Depok itu ‘cuci rapor’ ya, ada cuci rapor yang dilakukan oleh sekolah,” kata Ade.

Ade menyampaikan, ada 51 calon peserta didik dari sekolah yang sama, di sebuah SMP negeri Depok. “SMP itu meluluskan 300 siswa, nah yang akhirnya diketahui cuci rapor itu ada 51 siswa. Itu data yang diberikan dari Itjen Kemdikbud,” ujarnya.

Ade menguraikan, berdasarkan rapat dengan Kemendikbud, data yang dibuka ada peningkatan nilai rapor 51 siswa SMPN 19 Depok hingga 20 persen dari nilai di e-rapor. Sebanyak 20 persen dari nilai siswa dinaikkan oleh pihak sekolah dari e-rapor. Atas manipulasi rapor ini, secara kepegawaian, guru tersebut harus diberikan sanksi yang masuk dalam unsur pemalsuan dokumen. (***)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Infrastruktur Energi di Sumatera Barat, Pastikan Distribusi BBM dan LPG Tetap Andal

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso (kedua kanan), meninjau operasional agen LPG saat kegiatan Management Walkthrough (MWT) di Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026). Foto - Istimewa

Pasukan TNI Kontingen Garuda UNIFIL Kembali ke Tanah Air, Raih Penghargaan Internasional dan Harumkan Nama Indonesia

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyerahkan penghargaan kepada personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL saat penyambutan pasukan perdamaian PBB di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026). Foto - Puspen TNI