free page hit counter

Honda Ngeluh MotoGP Membosankan, Bos Dorna Jawab Pembalap Sekarang Lebih Kompetitif

Loading...

Suarasiber.com – Balap di MotoGP mendapatkan keluhan dari Respol Honda, yang mengatakan jika balap yang terjadi membosankan.

Menurut Respol Honda, semakin canggih teknologi pada motor yang dipakai balapan, mengakibatkan para pebalap kesulitan untuk menyalip di depannya.

Pembalap juga disebut tak bisa lagi menunjukkan kemampuannya, demikian juga dengan keunggulan mesinnya. Yang disorot ialah desain winglet terintegrasi pada fairing untuk aerodinamika dan perangkat holeshot device untuk menurunkan ketinggian motor.

Hal lain yang terpengaruh teknologi ialah fisik pebalap. Rider jadi sering mengalami cedera otot di lengan bawah, dan ini jadi masalah umum bagi sebagian besar pebalap.

Honda juga mengeluhkan banyaknya seri yang digelar. Akibatnya membuat balapan kurang kompetitif. Pembalap harus mampu tampil selama lebih dari delapan bulan kompetisi terus menerus.

Rentang waktu yang dianggap sangat lama untuk kompetisi di level atas.

Dikatakan Honda, kejuaraan telah menjadi ujian konsistensi, dan hampir lebih penting untuk tidak membuat kesalahan atau mengumpulkan nol atau mendapatkan skor buruk daripada keuntungan langka yang diberikan berkat kemenangan atas tempat kedua atau ketiga.

Mendapatkan keluhan seperti itu Bos Dorna Sport Carmelo Ezpeleta pun bersuara.

Mengutip Marca, Ezpeleta menegaskan sejauh ini ia tak melihat ada masalah soal salip menyalip itu. Bahkan ia melihat MotoGP sekarang lebih baik dengan tetap memperhatikan keselamatan pebalap.

Pernyataan tersebut didukung dengan adanya keselamatan dan keberlanjutan, mesin yang lebih efisien dan ekonomi berkepanjangan di balapan.

Ezpelata justru balik bertanya, “Sudah ada berapa tim yang mundur? Saat ini tim satelit bisa terus lanjut balapan.”

Sementara soal banyaknya seri yang dilakukan, dijawabnya jika saat ini seluruh pembalap yang berlaga di MotoGP sangat kompetitif. Tidak ada satu yang menonjol di antara lainnya.

Justru dibandingkan pada 1980, Ezpelata melihat para pembalap lebih kompetitif. Ada faktor penting lain seperti keberuntungan.

“Setelah kecelakaan Anda mungkin terluka atau tidak,” tutupnya. (masjai)

Editor Yusfreyendi

Loading...