Kamis, 4 Juni 2026

Indonesia Prakarsai Resolusi PBB untuk Ekonomi Kreatif

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Indonesia memprakarsai resolusi atau keputusan PBB mengenai ekonomi kreatif pada Sidang Majelis Umum (SMU) PBB, Kamis (14/11/2019). Hal tersebut disahkan secara konsensus di New York.

Dikutip suarasiber dari laman kemenlu, Sabtu (16/11/2019), resolusi berjudul “International Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021 itu menekankan peran krusial sektor ekonomi kreatif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Duta Besar Dian Triansyah Djani yang menjadi Wakil Tetap RI untuk PBB di New York menekankan bahwa Indonesia melakukan berbagai langkah untuk mengarusutamakan ekonomi kreatif di PBB. Ini dilakukan mengingat sumbangannya pada pembangunan berkelanjutan di banyak negara.


Ini untuk pertama kalinya Indonesia memprakarsai keputusan di PBB, berupa resolusi ekonomi kreatif. Hal ini belum pernah dilakukan oleh negara-negara lain sebelumnya. Atas prakarsa ini, Uni Eropa dan sejumlah besar delegasi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Indonesia.

Resolusi Indonesia yang disponsori oleh 81 negara mendorong investasi di bidang produksi dan perdagangan di sektor kreatif serta mendukung peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perhatian juga dilakukan untuk perempuan, generasi muda, dan komunitas lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif merupakan sektor yang resilient dan terus tumbuh di tengah krisis ekonomi. Berdasarkan laporan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) tahun 2018, sektor tersebut tumbuh lebih dari dua kali lipat pada periode 2002 – 2015, dari US$ 208 miliar menjadi US$ 509 miliar, dengan pertumbuhan rata-rata 7% pada periode yang sama.

Ekonomi kreatif sendiri dapat berkontribusi positif terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada target pendidikan berkualitas, gender, pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan dan pekerjaan yang layak. JUga pada penurunan kesenjangan, perkotaan dan pemukiman, serta pola produksi dan konsumsi berkelanjutan.

Resolusi ekonomi kreatif yang disepakati di Komite 2 SMU PBB tersebut merupakan tindak lanjut dari World Conference on Creative Economy yang digagas Kementerian Luar Negeri dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Bali, November 2018.

Komite-2 merupakan komite khusus di PBB yang menangani bidang ekonomi, pembangunan, keuangan dan lingkungan hidup. Indonesia yang diwakili oleh Dubes Djani pernah menjadi Ketua Komite-2 pada tahun 2016 – 2017. Saat ini Komite-2 diketuai oleh Dubes Senegal. (man)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Veda Ega Pratama Start dari Posisi 20, Finis Gemilang di Peringkat 8 Moto3 Catalunya

Suarasiber.com - Pembalap Indonesia yang membela Honda Team Asia,...

Veda Ega Pratama Masih Kesulitan di FP1 Moto3 Catalunya 2026, Hakim Danish Tampil Tercepat

Suarasiber.com - Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, masih...

CMA CGM Buka Jalur Pelayaran Langsung Kuala Tanjung–China Selatan, PMT Bidik Jadi Hub Logistik Internasional

Suarasiber.com - Upaya menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pusat...