Suarasiber.com (Anambas) – BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 15 Desember 2025. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir serta kondisi gelombang laut kategori sedang di perairan setempat.
Berdasarkan informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Tarempa, kondisi cuaca di Kepulauan Anambas sepanjang hari didominasi berawan tebal, dengan peluang hujan ringan pada pagi, malam, hingga dini hari. Sementara pada siang hari, cuaca diprakirakan tetap berawan tebal tanpa hujan signifikan.
Suhu udara di wilayah Anambas diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 81 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan rata-rata 8 sampai 15 kilometer per jam.
Kondisi Perairan
Untuk wilayah perairan, BMKG menyampaikan bahwa tinggi gelombang laut berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, baik di perairan utara maupun selatan Kepulauan Anambas.
Di Perairan Utara Anambas, cuaca diprakirakan hujan ringan dengan angin bertiup dari arah Timur Laut berkecepatan 9 hingga 13 knot. Sementara itu, Perairan Selatan Anambas berpotensi mengalami hujan disertai petir, dengan angin dari arah yang sama dan kecepatan 7 hingga 11 knot.
Peringatan Dini
BMKG mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap gelombang laut kategori sedang (1,25–2,5 meter) yang berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Anambas dan Perairan Natuna, yang dapat memengaruhi aktivitas pelayaran dan penyeberangan.
Prakiraan cuaca ini diperbarui pada Minggu, 14 Desember 2025, dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem. (***/rls)
Editor Yusfreyendi





