Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Kabar duka membuat masyarakat Kepulauan Riau dan kalangan adat Melayu. Mantan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, H. Abdul Razak bin Abu Bakar bin Ali, wafat pada Senin, 28 Juli 2025 di usia 85 tahun. Kabar kedatangan tokoh yang sangat dihormati ini langsung menyebar di berbagai platform media dan disambut dengan ucapan belasungkawa dari tokoh-tokoh adat serta masyarakat umum.
Salah satunya disampaikan keluarga besar LAM Kepri melalui unggahan resmi media sosial Whatsapp ucapan belasungkawa.
Innalillahi wa innailaihi raji’un. Kami merafak sembah ucapan takziah atas wafatnya Datok Seri Setia Utama Drs. H. Abdul Razak bin Abu Bakar bin Ali.
H. Abdul Razak dikenal luas sebagai tokoh sentral dalam pelestarian dan pengembangan budaya Melayu di Kepulauan Riau. Ia menjabat sebagai Ketua Umum LAM Kepri selama hampir dua dekade, sejak pertama kali diangkat pada tahun 2006 hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2024. Dalam kurun waktu tersebut, ia banyak terlibat dalam kegiatan kebudayaan, penguatan jati diri Melayu, hingga menjadi penyeimbang antara adat dan kebijakan pemerintah daerah.
Pada 4 Januari 2025, Abdul Razak secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya melalui surat resmi yang disampaikan kepada Dewan Penasehat dan Majelis Kerapatan Adat. Pengunduran diri ini dilakukan atas kehendak pribadi, dengan alasan ingin memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk melanjutkan kepemimpinan di tubuh LAM Kepri. Jabatan Ketua LAM Kepri kemudian diserahkan kepada pengganti yang ditunjuk melalui musyawarah adat.
Konsistensinya dalam menjaga nilai-nilai Melayu serta kemampuannya menjalin hubungan baik lintas tokoh adat dan pemerintah membuatnya dikenang sebagai pemimpin adat yang tenang, bijak, dan berdedikasi tinggi. Banyak pihak menyebutnya sebagai “benteng Melayu” di tengah arus modernisasi yang semakin kuat melanda wilayah pesisir.
Kabar meninggalnya H. Abdul Razak telah dikonfirmasi oleh keluarga dan pihak LAM Kepri. Ucapan belasungkawa mengalir deras, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Banyak tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga generasi muda Melayu menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kedatangan sosok yang menjadi panutan.
Kepergian Abdul Razak bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga mewariskan semangat dan nilai luhur budaya Melayu yang telah ia perjuangkan sepanjang hidupnya. Masyarakat Kepri, khususnya keluarga besar LAM, berharap agar warisan perjuangannya tetap dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus.
Selamat jalan, Tok Razak. Jasa dan baktimu akan tetap hidup dalam sejarah Melayu Kepulauan Riau. (***)
Editor Yusfreyendi





