Suarasiber.com (Tanjungpinang) – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PLN Nusantara Power (PLN NP) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dalam rangka mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Jakarta, Selasa (10/6). Inisiatif ini sejalan dengan target nasional untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) dan memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan sumber daya lokal berbasis biomassa.
Direktur Biomassa PLN EPI, Antonius Aris Sudjatmiko, menyampaikan bahwa sinergi antara BUMN energi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan pasokan biomassa yang berkelanjutan untuk mendukung program cofiring di PLTU.
“Kami ingin membangun ekosistem biomassa yang inklusif. Masyarakat lokal akan terlibat aktif dalam pemanfaatan lahan kritis serta pengolahan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Ini juga bagian dari upaya menciptakan ekonomi sirkular berbasis energi bersih,” jelas Antonius.
Sementara itu, Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN NP, Rachmanoe Indarto, menegaskan komitmen PLN Grup dalam mengembangkan pembangkit rendah emisi berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Kami siap mengakselerasi pemanfaatan energi alternatif dengan pendekatan teknologi tepat guna dan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Dari pihak pemerintah daerah, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmen daerah dalam mendukung transisi energi hijau yang adil dan inklusif.
“Transformasi energi ini tidak hanya meningkatkan pasokan listrik bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Melalui pengelolaan limbah menjadi energi, kami bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gunung Mas,” kata Jaya.
Langkah lanjutan dari Nota Kesepahaman ini akan diwujudkan dalam bentuk perjanjian kerja sama antara PLN Grup dan perusahaan daerah Kabupaten Gunung Mas. Harapannya, kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem biomassa nasional serta membangun model pengembangan energi terbarukan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi lokal. (***/sya)
Editor Yusfreyendi





