Suarasiber.com (Batam) – Komisi IV DPRD Kota Batam mengunggah ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila melalui Instagram @komisi_iv_dprd_batam pada 1 Juni 2025.
Dituliskan di media sosial satu grup dengan Facebook dan WhatsApp ini, kalimat sebagai berikut:
Pancasila bukan hanya terdiri dari lima sila yang selama ini kerap didengungkan.
Akan tetapi, Pancasila merupakan sumber inspirasi bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan dan persatuan.
Komisi IV membidangi Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia. Komisi ini memiliki tugas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia di Kota Batam.
Dandis Rajagukguk menjabat sebagai Ketua, didampingi oleh Surya Makmur Nasution sebagai Wakil Ketua, dan Hj. Asnawati Atiq sebagai Sekretaris. Anggota komisi ini meliputi:
- Taufik Ace Muntasir
- Banyu Ari Nopianto
- Tapis Dabbal Siahaan
- Novelin Fortuna Sinaga
- Warya Burhanuddin
- H. Hery Herlambang
- Muhamad Yunus
- Sony Christanto
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni sebagai momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tanggal ini menandai pidato bersejarah Ir. Soekarno pada tahun 1945 dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), di mana untuk pertama kalinya ia mengemukakan dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Gagasan ini menjadi titik awal terbentuknya ideologi negara yang mempersatukan keragaman Indonesia.
Pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 menyampaikan lima prinsip dasar negara, yaitu kebangsaan, internasionalisme (perikemanusiaan), mufakat (demokrasi), kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pidatonya, Soekarno menggunakan istilah “Pancasila” yang berasal dari bahasa Sanskerta: panca (lima) dan sila (prinsip/asas). Kelima sila tersebut kemudian menjadi rumusan dasar yang terus dikaji hingga akhirnya disahkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, rumusan Pancasila sempat mengalami perumusan ulang melalui Piagam Jakarta yang disusun oleh Panitia Sembilan. Namun, demi menjaga persatuan nasional, terutama antara golongan Islam dan nasionalis, beberapa perubahan dilakukan, termasuk menghapus tujuh kata dalam sila pertama. Akhirnya, pada 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi ditetapkan sebagai dasar negara dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Meski telah menjadi ideologi negara sejak kemerdekaan, penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila baru secara resmi diresmikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Dalam keputusan tersebut, pemerintah menetapkan bahwa tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadi hari libur nasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai ini menjadi landasan kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah tantangan zaman.
Peringatan 1 Juni tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan juga pengingat bahwa Pancasila adalah hasil perjuangan, konsensus, dan kebijaksanaan para pendiri bangsa. Melalui peringatan ini, generasi muda diajak untuk terus menjaga keberagaman, menjunjung persatuan, serta mengamalkan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. (***)
Editor Yusfreyendi





