Kamis, 4 Juni 2026

Asyiik! Turis Singapura Ikut Bergoyang di Panggung Anjung Seni Melayu Square

Tayang:


Suarasiber.com – Turis asal Singapura ikut bergoyang dengan Randai IKKS Batobo Tanjungpinang, di panggung Anjung Seni Melayu Square, tepi laut Tanjungpinang, Sabtu (19/10/2024) malam. Bahkan rombongan turis asal Singapura tersebut kagum dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Dewan Kesenian, serta masyarakat yang melestarikan kesenian tradisional seperti Randai IKKS Batobo Tanjungpinang ini.

Kenek tuo mudo atau usia anak-anak, tua (dewasa) dan muda puluhan warga Kuantan Singingi (Kuansing) Tanjungpinang dan Bintan bergoyang saat menikmati hiburan Randai IKKS Batobo di Anjung Seni Melayu Square, Sabtu (19/10/2024) malam. Bahkan sebagian pedagang Melayu Square turut berdendang ria pada malam hiburan rakyat yang digelar Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang, dengan menampilkan Randai IKKS Batobo Tanjungpinang tersebut.

Penampilan Randai IKKS Batobo Tanjungpinang ini dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kota Otonom Tanjungpinang, yang digelar Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang bersama Dewan Kesenian Provinsi Kepri. Tak hanya puluhan warga yang menikmati kesenian tradisional Randai IKKS Batobo tersebut. Rombongan turis asal Singapura pun turut berbaur dan bergoyang mengiringi kesenian Randai IKKS Batobo tersebut.


Madsyah seorang warga Singapura yang berlibur di Tanjungpinang menyebutkan, dirinya liburan akhir pekan ke Tanjungpinang bersama teman dan keluarganya sebanyak 7 orang. Tak hanya menikmati kesenian Randai IKKS Batobo. Para turis Singapura ini kagum dan menanyakan asal usul kesenian Randai tersebut.

“Kesenian semacam ni yang dicari-cari. Karena di Singapure (Singapura) tak ada lagi. Musik di sana (Singapura) sudah lari dengan seni ke barat-baratan. Sehingga hati tak tenang kalau dengarnya. Tradisi kesenian seperti ni, ada unsur agama Islam, masih menyejuk hati,” ucap Madsyah didampingi turis asal Singapura lainnya, usai bergoyang dengan Randai IKKS Batobo Tanjungpinang.

Pada kesempatan tersebut, Sumardi mewakili grup Randai IKKS Batobo Tanjungpinang menjelaskan asal usul kesenian Randai tersebut kepada para turis Singapura.

“Ini kesenian tradisional, yang tetap kami lestarikan. Walaupun berasal dari Kuantan Singingi, kami di rantau ini tetap melestarikannya. Terutama saat bersilaturahmi,” kata Sumardi kepada Madsyah dan turis Singapura lainnya.

Pada kesempatan lain, Qardinar mewakili grup Randai IKKS Batobo Tanjungpinang menyampaikan, malam hiburan rakyat dengan Randai IKKS Batobo Tanjungpinang ini bertujuan untuk silaturahmi masyarakat Tanjungpinang. Sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kota Otonom Tanjungpinang.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemko Tanjungpinang, Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri, serta Polsek Tanjungpinang Kota dan semua pihak, yang memberikan kesempatan kepada kami tampil pada malam hiburan rakyat ini,” ujar Qardinar.

Zul mewakili Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang berterima kasih kepada para pemain Randai IKKS Batobo Tanjungpinang dan warga paguyuban asal Kuantan Singingi, telah berpartisipasi memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kota Otonom Tanjungpinang, dengan menampilkan kesenian tradisional Randai ini.

Baca Juga : Bergembira dengan Perang Sarung Antarremaja, Polsek Bintan Utara Turun Tangan, Diberi Sanksi Positif
Di Tanjungpinang, sebut Zul, cukup banyak paguyuban yang aktif mengembangkan kesenian daerah asalnya. Seperti paguyuban asal Kuantan Singingi (Kuansing) dengan kesenian randai dendang ini.

“Kami berharap, kesenian-kesenian tradisional lainnya, juga bisa tampil di panggung Anjung Seni Melayu Square ini. Ya, bisa secara bergantian. Sehingga, para turis dari luar negeri seperti dari Singapura dan Malaysia, maupun masyarakat kita lokal, bisa menyaksikan kesenian dan budaya tradisional kita,” harap Zul didampingi seniman Haris Sastra.

“Secara tak langsung, kita bisa melestarikan seni dan budaya di Kota Tanjungpinang ini. Sekali lagi, kami dari Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang mengucapkan terima kasih kepada Randai IKKS Batobo Tanjungpinang yang tampil malam ini,” tutupnya. (sya)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa

Wali Kota Lis Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Seberat 1,04 Ton di Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama tokoh agama dan masyarakat menyaksikan penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI seberat 1,04 ton di Masjid At-Taubah, Tanjungpinang, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri