Sabtu, 29 November 2025

Inilah Nurbaiti, Warga Kampung Baru, Seilekop, Bintan yang Menjuarai Avicenna Astra 2024

Tayang:


Tak banyak yang tahu. Tak banyak media yang mewawancarainya. Karena Nurbaiti memang bekerja bukan untuk itu, melainkan keikhlasan dan hobinya yang tak betah berdiam diri tanpa aktivitas apapun.

Pagi ini, bertepatan dengan hari libur nasional Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, suarasiber.com mendatangi kediaman Nurbaiti di Kampung Baru, Batu 22, Jalan Raya Tanjungpinang – Kijang, Bintan Timur.

Rumah yang ditinggalnya bersama suami, Defi serta dua anak ini berada jauh dari jalan raya. Namun cukup mudah untuk menemukannya, karena pasangan suami istri ini memang suka menyibukkan diri. Bukan dengan kegiatan yang tak berguna, melainkan segala hal yang bermanfaat.


Nurbaiti dan Defi sedang ada di rumahnya yang dikelilingi pepohonan. Sebuah gazebo sederhana dibangun di samping rumah, dilengkapi tulisan penyemangat dari tutup kaleng atau benda bekas semacamnya.

Sebuah papan yang tampaknya baru saja dibuat berdiri tak jauh dari gazebo tadi. Sejumlah papan disusun pada dua tiang yang ditancapkan ke tanah. Jumlah papannya 11 bilah, dengan ukuran terlebar di letakkan pada bagianh atas.

Merawat dan memelihara tanaman obat juga menjadi kegemaran Nurbaiti. Foto – suarasiber.com

“Untuk dipasangi tulisan 10 Program Pokok PKK,” tutur Nurbaiti yang menerima suarasiber.com.

Ia mengeluarkan teh hangat di lantai. Bincang-bincang pun menghangat.

Lahir di Bintan, prestasi puncak Nurbaiti dimulai ketika Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia.

Nurbaiti yang sibuk mengajar PAUD, menjahit dan kegiatan lain akhirnya mendapatkan informasi jika PT Astra memiliki program berupa pembinaan dan pendampingan kader Posyandu. Kader Posyandi di bawah binaan PT Astra disebut Avicenna.

Perempuan berkerudung ini lantas mencari sendiri informasi lanjutannya. Hingga ia berhasil mengikuti pelatihan melalui zoom.

“Saya menggunakan laptop dan juga ponsel saat zoom yang dilakukan sebulan sekali,” tuturnya.

Kegiatan ini ternyata banyak memberikan tambahan wawasan baginya. Apalagi soal kader Posyandu, PKK dan sejsnisnya memang diminati Nurbaiti.

PT Astra yang mengadakan kompetisi setiap tahun membuat Nurbaiti bersemangat. Pada tahun 2021 ia mencoba mengikuti kompetisi dan menjadi juara dua. Setahun kemudian, mewakili Provinsi Kepri urusan Posyandu diganjar juara tiga nasional. Penghargaan diterimanya di Jakarta, pada acara yang berlangsung 11 sampai 14 November 2023 silam.

Belum sempat balik ke rumahnya, Nurbaiti harus terbang ke Lombok untuk mengikuti kegiatan dari PT Astra dari 15 sampai 19 November 2024.

“Alhamdulillah di Lombok saya meraih juara pertama Kompetisi Avicenna Astra tahun 2023,” ungkap Nurbaiti.

Prestasi demi prestasi tak membuat Nurbaiti puas. Ia mengakui termasuk orang yang tidak suka tinggal diam.

Tinggal di kampung tidak membuatnya pasrah dengan keadaan. Apalagi suaminya, Defi memberikan dukungan yang luar biasa selama ini.

Nurbaiti lalu mengajak suarasiber.com melihat bank sampah yang dikelola persis di belakang rumahnya. Berkarung-karung sampah yang bisa dijual disusun rapi.

Warga yang membawa sampahnya ke bank sampah ini tak langsung menerimka uang. Nurbaiti dan pengelola menyusun sistem, bagaimana agar saat pembeyaran uangnya terasa dan bisa lebih besar dirasakan manfaatnya.

“Kami memberikan uangnya tahun sekali. Menjelang bulan puasa adalah waktu yang tepat karena pasti berguna untuk menyambut lebaran,” jelas Nurbaiti.

Nurbaiti di depan Bank Sampah yang diikelolanya bersama para kader. Foto -n suarasiber.com

Tak sampai 20 langkah, ia menunjukkan koleksi tanaman obat-obatan. Yang menarik,l di halaman kebun tanaman obat tadi dipasangi pagar dari puluhan botol bekas minumanh kemasan yang diisi cat beragam warna.

Nurbaiti belum lelah, ia lalu mengajak ke depan rumahnya,l di depan jalan raya, di depan masjid kampung. Ada sebidang tanah yang ditanami ketela serta pepaya. Secara berkala, pucuk ubi bisa dipanen untuk keperluan organisasi.

Perjuangannya bersama para kader pantas diacungi jempol. Kini, hampir semua anak di RW 1 Kampung Baru sudah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Nurbaiti dan teman-temannya yang membantu menguruskannya di Disdukcapil Bintan secara gratis.

“Kami juga ada Posyandu balita, remaja dan balita. Lengkap seperti siklus hidup. Kujungan ke rumah rumah juga masih berjalan, kampung KB juga kami hidupkan,” ujar Nurbaiti.

Tak ada kesan kebanggaan berlebihan padanya. Biasa saja ia mendapatkan penghargaan dan apresiasi selama ini.

Ada sesuatu alasan yang membuatnya akan tetap aktif di kegiatan masyarakat. Sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana.

“Capai tetapi senang,” itulah kunci dari Nurbaiti.

Sampai berita ini diterbitkan, Nurbaiti mengaku masih berkomunikasi dengan mentornya di Astra. Bahkan baru-baru ini ada yang turun dari Jakarta menemuinya. (syaiful)

Editor Nur Ali Mahmudi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

UMKM Bangkit! Desa Ekang Anculai Sajikan Festival Kuliner Tradisional dan Pawai Budaya 2025

Salah satu objek wisata di Ekang Anculai. Foto - Istimewa via Instagram travel_tanjungpinang

DPRD dan Pemkab Bintan Sahkan Ranperda APBD 2026, Bupati Roby Tegaskan Komitmen Pembangunan Daerah

new.suarasiber.com/,( Bintan ) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Peringati Hari Guru Nasional 2025, Bupati Bintan: “Guru Adalah Pilar Kemajuan Bangsa”

new.suarasiber.com/,( Bintan ) - Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Upacara...

APBD 2026 Dibahas: Bupati Roby Hadirkan Dua Ranperda Strategis di Rapat Paripurna DPRD Bintan

new.suarasiber.com/,(Bintan) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan...