Sabtu, 29 November 2025

Sekolah Disegel Ahli Waris Lahan, Siswa Sebuah SDN di Lombok Belajar di Tepi Jalan

Tayang:


Suarasiber.com – Seorang warga yang mengaku ahli waris lahan yang di atasnya berdiri SDN 1 Jangkih Jawa, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, menyegel pintu gerbang sekolah sejak tiga hari lalu.

Warga bernama Lalu Iskandar melakukannya dengan dalih pemerintah belum membayarkan ganti rugi. Sementara sekolah ini telah berdiri sejak tahun 1974 silam.

Melansir koranlombok.id, Rabu (10/7/2024), akibat penyegelan ini sekolah terpaksa meliburkan sekolah. Sebelumnya sempat juga para siswa belajar di tepi jalan.


Kini, sejumlah orang tua murid berencana memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain. Namun hal tersebut tidak disetujui pihak SDN 1 Jangkih Jawa.

Kepala SDN 1 Jangkih Jawa, Baiq Aminah berharap Pemkab Lombok Tengah segera menuntaskan persoalan ini.

PPDB kemarin sekolahnya baru menerima 16 siswa baru.

Diketahui jumlah siswa SDN 1 Jangkih Jawa 119 orang, kepala sekolah berusaha meminjam ruang kelas untuk tempat kegiatan belajar mengajar sementara di sejumlah sekolah lainnya. Akan tetapi masyarakat dan wali siswa belum menerima.

“Banyak yang minta surat pindah tapi saya belum bisa saya berikan, kami berharap bagaimana kedudukan kami di sini dan siswa. Kalau tidak bisa diselesaikan ya perintah kita,” tuturnya.

Terkait persoalan ini, Ketua Komite SDN 1 Jangkih Jawa, Lalu Junaidi mengatakan dirinya dan wali siswa lainnya telah menghadap ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Pendidikan Lombok Tengah terkait masalah ini.

Katanya, pada hari ini mereka berjanji meninjau sekolah tersebut bersama dengan aparat lainnya seperti Pol PP, kepolisian dan kejaksaan.

“Jadi permasalahannya yang terdampak anak seolah, jadi bagaimana aset ini milik negara atau tidak kalau tidak bisa ya lebih baik kita tutup daripada siswa jadi korban,” tegasnya.

Menurut Junaidi, jika lahan sekolah memang milik pemerintah seharusnya pihak pengklaim dapat dituntut pidana karena telah melakukan penggeregahan.

Ia merasa kasihan dengan anak-anak, satu jam saja pelajaran tidak dilakukan, siswa mengalami kerugian. (***/syaiful)

Editor Ady Indra P

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Menag: Indonesia Siap Tampung 3.000 Anak Palestina untuk Lanjutkan Pendidikan

Suarasiber.com (Jakarta) - Presiden Prabowo Subianto berencana mengundang anak-anak...

Kemenag Pastikan Seluruh Santri Akan Dapat Program Makan Bergizi Gratis

**Suarasiber.com (Jakarta) - ** Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo...

Kepahiang Geger, Kakak Ipar Ditangkap Usai Gelapkan Hubungan Selama 7 Tahun

Suarasiber.com (Bengkulu) - Seorang pria berinisial DU (36) ditangkap...

Peraka Ceria 2025: SLB Negeri 1 Tanjungpinang Bangun Karakter dan Siapkan Prestasi Nasional Siswa Berkebutuhan Khusus

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang...