Kamis, 4 Juni 2026

Dewi Ansar Pesan Begini ke Guru PAUD dan TK: Jangan Paksa Anak Didik, Apalagi Memukul

Tayang:


Suarasiber.com – Penasihat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar resmi membuka Kegiatan Peningkatan Iman dan Taqwa bagi Para Tenaga Pendidik Paud di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kamis (3/11) ini diikuti oleh 130 peserta dari Organisasi Pendidikan Paud/TK se-Kepri, dengan rincian yaitu dari Tanjungpinang berjumlah 73 peserta, dari Bintan 47 peserta, dari Batam berjumlah 8 peserta dan dari Lingga berjumlah 2 peserta.

Pada kegiatan ini GOPTKI Kepri mengundang 2 Narasumber dari ESQ Leadership Center yaitu Andri Fallash dari Area Regional Manager South Sumatra dan Muzamir dari Area Regional Manager Kepulauan Riau.


Andri Fallash akan membawakan materi “Membangun Mental Tangguh Dalam Bekerja” dan Muzamir akan membawakan materi “Menemukan Makna Spiritual Dalam Bekerja”.

Dalam sambutannya, Dewi Ansar yang juga Bunda Paud Provinsi Kepri mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan GOPTKI Kepri ini bertujuan memberikan pengetahuan dan wawasan tentang Iman dan Taqwa mengenai perkembangan Paud/TK bagi kalangan pendidik.

“Dari pelaksanaan kegiatan ini kita harapkan menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan bagi tenaga pendidik di Paud/TK. Sehingga mampu memberikan pendidikan bagi anak didiknya sesuai dengan usia dan perkembangan anak usia dini,” imbuhnya.

Selanjutnya, Dewi Ansar menyampaikan kepada para peserta anak merupakan individu yang unik, karena masing–masing mempunyai gaya belajar yang berbeda, ada anak yang lebih mudah belajarnya dengan mendengarkan, ada juga yang mempunyai minat yang berbeda–beda terhadap alat atau bahan yang dipelajari dan ada juga yang mempunyai temperamen yang berbeda–beda.

“Maka dari itu saya berpesan kepada guru Paud/TK se-Kepri guru harus bisa bertindak sebagai fasilitator, menentukan segala sesuatu yang akan diajar kepada anak didik dan guru juga harus memahami dan tidak memaksakan anak didiknya apalagi memukuli anak didiknya,” pesannya.

Terakhir, Dewi Ansar berharap para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mampu mengembangkan metode mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan Paud/TK di sekolahnya masing-masing.

“Ini sangat penting, mengingat tanggung jawab pendidikan tidak hanya semata-mata menjadi beban Pemerintah, namun merupakan tanggung jawab kita semua sebagai mitra pemerintah,” tutupnya. (ky/zainal)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031 Dibuka, Kemenag Cari Tokoh Pesantren Terbaik Penjaga Mutu Pendidikan Nasional

Suarasiber.com - Proses seleksi Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh...

Kampung Literasi Pekijing di Serang Jadi Inspirasi Nasional, Buku Hadir di Depan Rumah Warga

Suarasiber.com - Sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi...

MPR Minta Maaf soal Polemik LCC Empat Pilar Kalbar, Juri dan MC Dinonaktifkan

Suarasiber.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menyampaikan permintaan...

Kepri Punya Laboratorium Khazanah Melayu, STAIN SAR Resmi Hadirkan Pusat Kajian Budaya

Suarasiber.com - Kabar baik datang dari Kepulauan Riau bagi...