Kamis, 4 Juni 2026

Masa-masa Lebaran, Rezeki Para Penjual Bunga Kubur

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Dua hari menjelang Idul Fitri, belasan penjual bunga di luar Komplek Taman Pamakaman Umum (TPU) Batu 7, Tanjungpinang, mulai kebanjiran pembeli. Malam lebaran adalah puncaknya, karena banyak warga yang berziarah ke makam anggota keluarganya.

Sebenarnya, pada hari biasa mereka juga berjualan. Namun jumlahnya tak sebanyak menjelang lebaran tiba. “Sekarang puluhan penjual,” tutur Tiana, seorang warga yang mengawali berjualan kurang lebih 10 tahun silam kepada suarasiber, Sabtu (16/6/2018) sore.

Untuk memenuhi kebutuhan para peziarah selama empat hari, dua hari sebelum dan setelah lebaran, perantau asal Malang, Jawa Timur ini menyediakan 15 kilogram daun pandan. Belum bahan lain, yakni beragam bunga. Daun pandan itu dipotong kecil-kecil lalu dicampur bersama bunga.


Semuanya dimasukkan ke kantong plastik. Satu kantong harganya Rp5 ribu. Pada hari biasa, Kamis adalah hari paling sering ia mendapatkan hasil lebih. Hari-hari lain sepi, paling banyak belasan orang.

Permintaan mulai terjadi awal ramadan. Puncaknya malam lebaran. Menurut Tiana, dalam semalam itu ia bisa menjual sedikitnya 100 kantong bunga. Jika satu kantong Rp5 ribu, ia meraup Rp250 ribu di malam lebaran.

Selain bunga, para penjual juga menyediakan air putih lokal dari sumur dalam botol air minum kemasan. Per botol dijual Rp3 ribu.

Iwan, seorang peziarah mengatakan ia langganan bunga di sekitar TPU setiap tahun. Menurutnya, menjelang lebaran banyak warga yang berziarah ke makam leluhur atau anggota keluarga lain. Mereka membersihkan rerumputan, menabur bunga dan menyiramkan air serta berdoa.

Sayangnya, kebutuhan bunga untuk para peziarah menjadi kendala tersendiri. Penjual bunga lain yang berada di ujung TPU mengatakan, ia dan penjual bunga lainnya akan berburu bunga hingga ke rumah-rumah warga. Itu pun tak selalu membantu.

“Ada warga yang tak boleh bunganya kami beli,” tuturnya.

Di area TPU batu 7, para penjual bunga berderet di sisi kiri dan kanan jalan. Mereka menggunakan lapak meja kayu sederhana dengan payung di atasnya untuk menghindari panas agar bunga tak cepat layu. Mereka berjualan dari pagi hingga sore, kecuali masa lebaran, sampai malam hari. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa

Wali Kota Lis Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Seberat 1,04 Ton di Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersama tokoh agama dan masyarakat menyaksikan penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI seberat 1,04 ton di Masjid At-Taubah, Tanjungpinang, Rabu (27/5/2026). Foto - Diskominfo Tanjungpinang

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri