Suarasiber.com – Puluhan warga Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat menghentikan aktivitas perusahaan pertambangan biji bauksit PT Telaga Bintan Jaya (TBJ), Rabu (12/1/2022).
Aksi dilakukan karena warga menilai pihak perusahaan tidak menepati komitmen yang sudah disepakati dengan masyarajat.
Warga didampingi kepala desa, ketua RT dan RW serta kepala dusun didampingi kepla desa, kepala dusun, RT dan RW mendatangi lokasi pertambangan.
Mereka meminta perusahanaan untuk menghentikan aktivitas, sebelum merealisasikan dana bantuan kepada masyarakat yang telah disetujui masyarakat dan perusahaan.
“Masyarakat sudah cukup bersabar menunggu. Dua kali pihak perusahaan tidak memenuhi perjanjian yang dibuat bersama,” kata Kepala Desa Tinjul, Amren kepada Suarasiber.com.
Ia lantas menyebutkan, perusahaan menjanjikan akan memberikan bantuan saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha Tahun 2021.
Manajemen perusahaan juga berjanji memberikan bantuan kepada maayarakat pada Januari 2022, paling lama tanggal 10 Januari, itu juga tidak terealisasi.
“Kami sudah berkali-kali menyurati pihak perusahaan. Namun hingga saat ini tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk merealisasikannya,” imbuhnya.
Informasi yang diterima oleh masyarakat, ada perhantian orang-orang di manajemen PT TBJ. Masyarakat tidak memoersoalkannya sepanjang perjanjian bersama dilaksanakan.
“Masyarakat Tinjul sangat mendukung investasi yang masuk ke desa. Namun masyarakat juga tidak mau terus dibodohi pihak perusahaan,” tutur Amren.
Hingga berita ini diturunkan upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan PT TBJ masih dilakukan. (tengku)
Editor Ady Indra Pawennari





