Suarasiber.com (Batam) – Pembangunan Wakaf Rumah Qur’an (WRQ) Batam terus menunjukkan perkembangan positif. Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam resmi menerima serah terima hasil pekerjaan borpile pondasi pembangunan Wakaf Rumah Qur’an dari kontraktor pelaksana, CV Pilindo Karya Utama, Rabu (3/6/2026).
Penyelesaian pekerjaan pondasi tersebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan Wakaf Rumah Qur’an Batam yang digagas sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an berbasis wakaf produktif. Proyek pondasi yang dikerjakan selama 45 hari kalender itu memiliki nilai pekerjaan sebesar Rp184.753.000.
Ketua BWI Kota Batam, H. Buralimar, mengatakan rampungnya pekerjaan pondasi menjadi bukti nyata komitmen BWI dalam menghadirkan model pengelolaan wakaf yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Wakaf Rumah Qur’an BWI Kota Batam merupakan program wakaf yang mengintegrasikan unit usaha produktif dengan kegiatan pendidikan. Melalui program ini, kami ingin mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang mandiri, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Batam. Wakaf tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun peradaban dan masa depan umat,” kata Buralimar.
Ia menjelaskan, Wakaf Rumah Qur’an Batam dirancang sebagai bangunan tiga lantai yang menggabungkan kekuatan ekonomi dan pendidikan dalam satu konsep pengelolaan wakaf produktif.
Pada lantai dasar akan dibangun unit usaha produktif berbasis wakaf yang hasilnya digunakan untuk mendukung operasional lembaga secara berkelanjutan. Sementara lantai dua dan tiga akan dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an, pembinaan santri, serta fasilitas asrama bagi para peserta didik.
Menurut Buralimar, konsep tersebut merupakan salah satu bentuk inovasi pengelolaan wakaf modern yang memungkinkan aset wakaf tidak hanya digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga menghasilkan pendapatan yang kembali dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan umat.
“Hasil usaha yang dikelola di lantai dasar nantinya akan menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan bagi kegiatan pendidikan dan pembinaan santri. Dengan demikian, keberlangsungan program tidak hanya bergantung pada donasi, tetapi juga didukung oleh kekuatan ekonomi yang dibangun dari aset wakaf itu sendiri,” ujarnya.
BWI Kota Batam menilai model wakaf produktif yang diterapkan dalam pembangunan Wakaf Rumah Qur’an ini dapat menjadi contoh pengelolaan wakaf yang efektif dan berkelanjutan, baik di Kota Batam maupun di Provinsi Kepulauan Riau.
Meski pekerjaan pondasi telah selesai, pembangunan Wakaf Rumah Qur’an Batam masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Untuk menyelesaikan pembangunan hingga bangunan siap digunakan, BWI Kota Batam memperkirakan kebutuhan anggaran lanjutan mencapai sekitar Rp3 miliar.
Karena itu, BWI mengajak para wakif, dermawan, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam gerakan wakaf guna mempercepat terwujudnya pusat pendidikan Al-Qur’an tersebut.
“Dengan semangat gotong royong dan wakaf produktif, kami optimistis Wakaf Rumah Qur’an ini dapat segera terwujud dan menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat Kota Batam,” ucap Buralimar.
Apabila pembangunan berjalan sesuai rencana, Wakaf Rumah Qur’an Batam tidak hanya menjadi tempat belajar dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi simbol kemandirian ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul sekaligus menjadi investasi sosial jangka panjang yang manfaatnya terus mengalir bagi masyarakat dan generasi mendatang.(***)
Editor Syaiful





