Kamis, 4 Juni 2026

Tudingan Media Malaysia: Erick Thohir Disebut Terlibat Laporan Naturalisasi Pemain, Ini Fakta dan Responsnya

Tayang:


Suarasiber.com (Jakarta) – Isu sepak bola Asia Tenggara kembali ramai setelah sebuah media di Malaysia, MyNewsHub, memunculkan klaim yang menyeret nama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dalam pemberitaan tersebut, ia disebut-sebut berkaitan dengan munculnya laporan dugaan pelanggaran naturalisasi pemain yang menimpa skuad tim nasional Malaysia.

Melalui unggahan di media sosial X, menyatakan bahwa laporan memang diajukan pihak lain, tetapi data pendukungnya diklaim berasal dari orang-orang yang diduga memiliki kedekatan dengan Erick. Klaim tersebut kemudian memicu perdebatan luas di media sosial karena menyentuh hubungan antar federasi di kawasan.

Klaim soal sumber di AFC

Dalam narasinya, media tersebut menyebut memperoleh informasi dari pihak internal di Asian Football Confederation. Sumber anonim itu menuding ada upaya tidak langsung untuk menyalurkan dokumen tertentu kepada FIFA.


Menurut klaim tersebut, aduan formal memang datang dari federasi lain, namun materi yang dipakai dianggap bukan murni berasal dari pengadu. Pernyataan inilah yang kemudian memancing polemik mengenai etika persaingan di level regional.

Media tersebut juga mengaitkan dugaan itu dengan meningkatnya performa Harimau Malaya dalam beberapa tahun terakhir. Kebangkitan tersebut disebut-sebut memunculkan rasa tidak nyaman dari pihak rival.

Proses hukum yang sedang berjalan

Perdebatan makin meluas karena kasus naturalisasi Malaysia memang tengah berada dalam tahap sengketa. Perkara itu kini masuk pembahasan di Court of Arbitration for Sport setelah sebelumnya FIFA menjatuhkan hukuman kepada sejumlah pemain serta denda kepada Football Association of Malaysia.

Sanksi tersebut berkaitan dengan temuan pelanggaran administrasi kewarganegaraan dan dokumen. Namun, FAM kemudian mengajukan banding dan memperoleh penangguhan sementara. Artinya, pemain yang terdampak masih dapat beraktivitas sampai ada keputusan final dari CAS.

Keputusan penangguhan ini dinilai cukup penting karena tidak mudah didapat. CAS dikenal memiliki standar tinggi sebelum mengabulkan permohonan serupa.

Dari mana awal kasusnya?

Sebelum ramai tudingan yang mengarah ke Indonesia, laporan awal diketahui datang dari Vietnam Football Federation. Aduan itu muncul setelah laga kualifikasi Piala Asia pada pertengahan 2025.

Setelah menerima laporan, FIFA melakukan penyelidikan dan kemudian memutuskan adanya pelanggaran regulasi yang berujung pada hukuman disiplin. FAM sempat mencoba melakukan banding internal, namun tidak berhasil sehingga perkara berlanjut ke CAS.

Sidang lanjutan di CAS dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Banyak pengamat menilai peluang kedua pihak relatif berimbang.

Bantahan Erick Thohir

Nama Erick Thohir sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan isu serupa oleh beberapa sumber luar negeri. Namun ia berulang kali menyampaikan penegasan bahwa Indonesia tidak ikut campur dalam urusan administrasi federasi negara lain.

Ia menyatakan fokus PSSI adalah membangun sepak bola nasional serta memperkuat kerja sama internasional yang berkaitan dengan pengembangan pemain muda, kompetisi, dan infrastruktur.

Erick juga meluruskan berbagai spekulasi mengenai pertemuan pejabat Indonesia dengan pimpinan FIFA yang sempat ditafsirkan berbeda oleh sejumlah pihak. Menurutnya, pembahasan dalam pertemuan itu berkaitan dengan program pengembangan sepak bola Indonesia, bukan mengenai kasus negara lain.

Menunggu putusan akhir

Saat ini perhatian publik tertuju pada proses di CAS. Hasil akhir dari badan arbitrase tersebut nantinya akan menentukan apakah hukuman sebelumnya tetap berlaku, dikurangi, atau bahkan dibatalkan.

Sambil menunggu keputusan, dinamika opini di kawasan diperkirakan masih akan berlangsung. Baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama memiliki basis pendukung besar yang sensitif terhadap isu rivalitas.

Yang jelas, sampai ada putusan resmi, semua klaim masih berada pada ranah tudingan dan belum memiliki kekuatan hukum tetap. (***)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

Jadwal pertandingan awal piala dunia 2026 dalam WIB

Jadwal pertandingan awal piala dunia 2026. Foto - instagram fifaworldcup/open ai

Veda Ega Pratama Start dari Posisi 20, Finis Gemilang di Peringkat 8 Moto3 Catalunya

Suarasiber.com - Pembalap Indonesia yang membela Honda Team Asia,...