Sabtu, 6 Juni 2026

Trauma Healing Perdana di Aceh Tamiang, 9 Taruna Akpol dan SSDM Polri Turun Langsung Pulihkan Psikologis Anak Korban Bencana

Tayang:


Suarasiber.com (Aceh Tamiang) — Tanpa menunggu waktu beristirahat, sembilan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang didampingi Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri langsung turun ke lapangan setibanya di Kabupaten Aceh Tamiang untuk melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana banjir bandang dan tanah longsor. Kegiatan ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dalam rangkaian pengabdian 169 Taruna Akpol pada program Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026 yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.

Trauma healing dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026), dengan menyasar 75 anak tingkat taman kanak-kanak yang terdampak langsung bencana. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), yang dipadukan dengan permainan edukatif, konseling kelompok kecil, serta aktivitas kreatif seperti menggambar, bernyanyi, dan bercerita. Seluruh rangkaian kegiatan bertujuan memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, serta mengembalikan keceriaan anak-anak yang sempat terguncang akibat trauma bencana.

Kehadiran para Taruna Akpol menciptakan suasana yang hangat, aman, dan penuh keakraban. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, berbagi cerita, dan membangun kembali rasa percaya diri. Perlahan, suasana yang awalnya penuh kecemasan berubah menjadi ceria dan penuh tawa, menandai proses pemulihan psikologis yang mulai berjalan secara positif.


Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo, S.Psi., S.I.K., M.T., yang memimpin kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa trauma healing merupakan bentuk pertolongan psikologis awal yang sangat penting bagi anak-anak pascabencana.

“Fokus utama kami adalah memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, serta mengembalikan keceriaan anak-anak. Pendekatan Psychological First Aid melalui permainan dan komunikasi empatik terbukti efektif menurunkan kecemasan dan membangun kembali rasa percaya diri mereka,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran sembilan Taruna Akpol sangat membantu proses pendampingan karena para taruna mampu menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak. Kedekatan emosional tersebut mempercepat proses pemulihan dan membuat anak-anak merasa lebih nyaman serta terlindungi.

Kegiatan trauma healing ini menjadi awal dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol di Aceh Tamiang dalam Latsitardus 2026. Selama satu bulan penuh, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan, baik fisik maupun nonfisik, seperti pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.

Taruna Akpol bersama SSDM Polri memberikan pendampingan trauma healing kepada anak-anak korban bencana di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). Foto – Humas Polda Kepri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa trauma healing yang dilakukan SSDM Polri bersama Taruna Akpol merupakan langkah awal yang sangat strategis dalam pemulihan pascabencana, khususnya bagi anak-anak.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk membantu pemulihan fisik, tetapi juga memberikan penguatan mental dan psikologis. Anak-anak adalah kelompok paling rentan, sehingga pemulihan kondisi emosional mereka menjadi prioritas,” tegasnya.

Menurutnya, selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang melalui berbagai program kemanusiaan. Kehadiran para taruna diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh serta menumbuhkan kembali harapan dan optimisme pascabencana.

Kegiatan trauma healing perdana ini sekaligus menjadi simbol awal pengabdian Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi ini mencerminkan komitmen Polri dalam menjalankan fungsi kemanusiaan secara nyata dengan menyentuh sisi terdalam pemulihan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dengan semangat “Datang untuk Mengabdi, Hadir untuk Menyembuhkan”, Taruna Akpol dan SSDM Polri tidak hanya memulihkan luka akibat bencana, tetapi juga menanamkan kembali rasa aman, harapan, dan keberanian untuk menatap masa depan yang lebih baik.(***)

Editor Syaiful

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Jupiter Aerobatic Team Disambut Meriah di Kalimantan Selatan, Ribuan Warga Padati Open Base Lanud Sjamsudin Noor

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menyambut kedatangan Jupiter Aerobatic Team (JAT) di Apron Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kamis (4/6/2026). Foto - Pen Lanud Sjamsudin Noor

Kemnaker Gandeng Boga Group Buka Lowongan Kerja Lansia, Usia 60 Tahun ke Atas Berpeluang Kembali Bekerja

Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker menyampaikan peluncuran Program Lansia Aktif di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto - Biro Humas Kemnaker

Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia di TSASM 2026 Singapura, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral

Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff–Joint Staff SAF Brigadier General Chan Ching Hao menunjukkan risalah Sidang ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 yang telah ditandatangani di Singapura (4/6/2026). Foto - Puspen TNI

UU P2SK Resmi Disahkan DPR, Perkuat OJK dan LPS hingga Bentuk Satgas Pinjol serta Judi Online

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menyerahkan dokumen kepada pimpinan DPR RI saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto - kemenkeu.go.id