Suarasiber.com (Batam) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong penguatan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta berbasis kompetensi. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penempatan jabatan ASN tidak boleh lagi dilakukan secara subjektif, melainkan harus mengacu pada kemampuan, kapasitas, dan rekam jejak kinerja masing-masing pegawai.
Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Sosialisasi Manajemen Talenta ASN di lingkungan Pemko Batam, yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.
Sosialisasi ini dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Deputi Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman, serta jajaran pejabat BKN pusat dan Regional XII.
Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa manajemen talenta harus dipahami sebagai instrumen strategis, bukan sekadar kewajiban administratif. Menurutnya, penempatan ASN yang tepat sesuai kompetensi akan mempercepat pencapaian visi dan misi pembangunan Kota Batam.
“Manajemen talenta adalah kunci membentuk ASN yang berintegritas dan berkapasitas. Penempatan pegawai harus berbasis profesionalisme agar kinerja organisasi meningkat dan pelayanan publik semakin optimal,” tegas Amsakar.
Ia juga menekankan pentingnya kesamaan persepsi antara pimpinan daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Keselarasan visi tersebut dinilai menjadi faktor utama agar roda pemerintahan berjalan efektif tanpa terhambat kepentingan politik praktis.
“Pemerintahan harus berada dalam satu arah. Jika pimpinan dan jajarannya tidak sejalan, maka penyelesaian persoalan daerah akan sulit tercapai. ASN harus fokus pada kinerja dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Amsakar turut menyampaikan apresiasi atas kinerja ASN Pemko Batam yang tercermin dari capaian indikator pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Batam saat ini berada pada kisaran 6,8 hingga 6,9 persen dan mendekati target 7 persen. Realisasi investasi telah mencapai Rp54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam tercatat sebesar 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Pertumbuhan ekonomi, investasi, dan IPM yang tinggi menunjukkan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKN RI Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa manajemen talenta harus sejalan dengan Asta Cita dan mampu menghasilkan ASN yang profesional serta siap mengeksekusi program prioritas kepala daerah secara cepat dan terukur.
“Kita harus beralih dari pola pikir politis menuju pendekatan teknokratik. ASN perlu memiliki kontrak kinerja yang jelas, lengkap dengan target dan indikator capaian. Inilah cara menjadikan birokrasi sebagai mesin pembangunan,” ujar Zudan.
Menurutnya, manajemen talenta merupakan inti dari penerapan sistem merit dalam birokrasi. Dengan sistem ini, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan prestasi dan kompetensi.
Melalui sosialisasi ini, Pemko Batam berharap seluruh ASN memahami pentingnya manajemen talenta sebagai fondasi utama reformasi birokrasi. Dengan penerapan yang konsisten, Batam ditargetkan mampu menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan ASN berbasis profesionalisme, kinerja, dan sistem merit.(***)
Editor Syaiful





