free page hit counter

Birgaldo Sinaga, Staf Khusus Gubernur Kepri Meninggal karena Covid-19

Loading...

Suarasiber.com – Staf Khusus Gubernur Kepri, Birgaldo Sinaga meninggal dunia hari ini, Sabtu (15/5/2021) pagi.

Selama ini Birgaldo dikenal sebagai relawan yang berjuang untuk mencegah penyebaran Covid-19. Aksinya bahkan mendapatkan apresiasi banyak pihak kala itu.

Meninggalnya Birgaldo dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kepri, Mohammad Bisri. Bisri mengatakan staf khusus ini meninggal pukul 06.00 WIB.

Saat berjuang melawan Covid-19, Birgaldo sempat dirawat di RS Awal Bros, Kota Batam. Ditambahkan Bisri, Birgaldo juga belum sempat divaksin.

Saat menerima undangan vaksin, Birgaldo kebetulan sibuk dengan urusannya di Jakarta.

Meninggalnya Birgaldo menyisakan duka bagi orang-orang yang mengenalnya. Birgaldo dikenal sebagai sosok pekerja keras dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan, selalu memiliki pandangan kuat terhadap segala sesuatu yang diyakini benar.

Birgaldo juga dikenal sebagai pegiat media sosial. Saat Covid-19 datang, ia pun menjadi relawan. Tugasnya sehari-hari menjadi penyemprot disinfektan.

Pria asal Kota Batam ini bergabung dengan Gugus Tugas Covid-19 di awal wabah Corona merebak di Indonesia. Ia bersama teman-temannya berinisiatif membuat sebuah tim bernama ‘Relawan Kemanusiaan Sahabat Birgaldo Sinaga’.

Dalam keterangannya kepada detik.com, 7 April 2020 lalu ia mengatakan, siang-siang ia dan relawan bagi makan, sorenya semprot disinfektan.

Aksinya ini sempat viral di media sosial dan banyak mendapat sorotan dari para netizen. Tak sedikit yang kagum saat dirinya rela menjadi relawan di tengah risiko terpapar Covid-19 amat tinggi.

Kebahagiaan yang dirasakan Brigaldo ialah saat melihat senyum warga bisa makan. Ia merasa terharu.

Sampai kapan ia akan menjadi relawan, dijawabnya,”Saya tidak punya rencana kapan berakhir. Mengalir saja sebisa dan sekuatnya saya dan teman-teman.”

Melalui Twitter pribadinya, Birgaldo juga sempat menuliskan sejumlah gejala Corona dari sesak napas hingga batuk berdarah.

Hal tersebut sempat disampaikan dirinya lewat unggahan di media sosial Twitter pribadinya. Cuitan tersebut kini dibanjiri ungkapan duka dan doa netizen.

Lama sy berpikir utk menulis ini. Hrskah sy beritahu keadaaan sy?

Sdh 10 hari demam tinggi, mual, nyeri linu2, pusing & batuk parah

Dan akhirnya harus sy katakan sy positif kena Cov19.

Mhn doanya manteman smua smoga sy bs menang melawan si cov ini.

Makasih ya, tulisnya di Twitter 12 Mei 2021. (mat)

Loading...