free page hit counter

7 Provinsi Ini Alami Lonjakan Covid-19 Jelang Mudik, Kepri Nomor 1

Loading...

Suarasiber.com – Pemerintah sudah menetapkan larangan mudik untuk warga guna mengerem laju penyebaran Covid-19.

Namun demikian masih saja warga nekad melakukannya. Kebanyakan memilih pulang sebelum tanggal 6 – 17 Mei 2021, waktu yang dilarang mudik.

Data yang ada di Kementerian Kesehatan terdapat 7 provinsi di Indonesia yang mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 menjelang mudik lebaran. Angkanya cukup signifikan selama periode 11 – 30 April 2021.

Dilansir dari detik.com, Rabu (5/5/2021) berikut ini adalah ke-7 provinsi dimaksud:

  1. Kepulauan Riau: 183,9 persen
  2. Riau: 131,7 persen
  3. Lampung: 100,8 persen
  4. Kep. Bangka Belitung: 99,5 persen
  5. Bengkulu: 94,9 persen
  6. Sumatera Barat: 62,9 persen
  7. Kalimantan Barat: 59,9 persen

“Kita juga melihat adanya arus mudik yang mungkin walaupun kita sudah lakukan pelarangan, masih ada 7 persen yang lolos walaupun kita sudah coba lakukan adanya antisipasi,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, Selasa (4/5/2021).

Nadia mengingatkan apabila masyarakat masih nekat melakukan mudik maka akan terjadi risiko lonjakan kasus COVID-19. Surat negatif Corona yang dibawa saat mudik pun tidak menjamin terbebas dari infeksi sebab penularan bisa terjadi di perjalanan.

Kementerian Kesehatan juga mencatat ada 19 provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif termasuk di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Daerah ini perlu diwaspadai karena menjadi sumber pemudik dan tujuan pemudik.

“Ini alarm untuk kita semua bagaimana kepatuhan memakai masker juga penting dalam hal akibat mobilitas yang sangat tinggi,” papar Nadia.

Sementara itu Pemprov Kepri meminta kabupaten dan kota se-Kepri menyediakan gedung atau tempat isolasi mandiri tersendiri bagi pasien positif Covid-19.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jum’at (30/4).

Pasalnya, lonjakan kasus ini yang terjadi saat ini disebabkan rendahnya pengawasan pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Keberadaan gedung dan tempat isolasi mandiri tersendiri bagi pasien positif Covid-19 ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri. (mat)

Loading...