Suarasiber.com (Tanjungpinang) — Bagi banyak orang, jabatan bisa datang karena keberuntungan. Tapi bagi Luki Zaiman Prawira S.STP., M.Si, jabatan datang karena proses panjang, kerja lapangan, dan konsistensi yang dibangun sejak awal kariernya.
Rabu (5/11/2025) petang, di Gedung Daerah Tanjungpinang, nama Luki kembali disebut lantang.
Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, SE., MM melantiknya sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kepri.
Bagi Luki (48 tahun), ini bukan sekadar pelantikan formal. Ini seperti perjalanan yang berputar — dari bawah, tumbuh di bawah kepemimpinan Ansar, dan kini dipercaya kembali untuk menjaga ritme pemerintahan di provinsi ini.
“Sekda adalah ujung tombak roda pemerintahan. Saya percaya Pak Luki mampu menjaga soliditas birokrasi,” ujar Ansar dalam sambutannya.
Luki bukan sosok baru. Alumni STPDN 1999 ini mengawali karier sebagai Kasubag Perangkat Daerah Kabupaten Kepulauan Riau (kini Bintan) pada tahun 2000.
Dari situ, langkahnya terus naik: Sekcam di Gunung Kijang, Bintan Utara, dan Bintan Timur, lalu Camat Bintan Timur (2008–2010) — jabatan yang membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat.
Bagi banyak orang Bintan, nama Luki identik dengan sosok birokrat yang tak suka duduk di balik meja. Ia sering turun langsung ke lapangan, menemui warga, memastikan program berjalan tanpa banyak basa-basi.
Kariernya terus berlanjut: Kabag Kesra, Kabag Humas/Protokol, Kasatpol PP, hingga Kadisparbud Bintan dari 2014 – Januari 2019. Dan, Kepala Bappelitbang Bintan dari Januari 2019 – Desember 2019.
Luki sempat “menepi” dari pemerintahan daerah (Pemda) saat dipercaya menjadi Sekretaris KPU Kepri pada akhir 2019 hingga 2022.
Tapi panggilan dari Ansar Ahmad membuatnya kembali ke Pemprov Kepri sebagai Asisten II Setdaprov April 2022, posisi strategis yang ia jalani hingga kini.
Dan kini, kepercayaan itu datang lagi. Luki resmi menjadi Pj Sekdaprov Kepri — jabatan yang berat, tapi sekaligus puncak dari pengabdiannya selama dua dekade lebih di birokrasi daerah.
Dalam obrolan ringan usai pelantikan, beberapa rekan sejawat menyebutnya sebagai sosok yang “tenang tapi tegas.”
Ia dikenal tidak suka sorotan, tapi langkahnya selalu meninggalkan hasil nyata.
Tiga bulan ke depan, waktu memang terbilang singkat. Tapi bagi Luki, setiap hari adalah tanggung jawab penuh.
Seperti saat dulu menjadi camat, ia tahu bahwa pemerintahan bukan tentang jabatan, tapi tentang memastikan roda pelayanan publik tetap berputar — tanpa henti. (sya)
Editor Yusfreyendi





