Suarasiber.com (Selat Malaka) – Aksi cepat tanggap dilakukan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) saat menolong kapal kargo KM Semangat Nelayan yang mengalami mati mesin di tengah cuaca ekstrem perairan Selat Malaka, belum lama ini. Kapal berbendera Indonesia tersebut terombang-ambing di laut setelah mesin utama rusak dan lambungnya terendam air akibat gelombang tinggi dan hujan lebat.
Kejadian bermula sekitar pukul 04.15 WIB, ketika personel jaga KN Pulau Dana-323 menerima panggilan darurat (“Mayday”) dari KM Semangat Nelayan melalui frekuensi radio. Kapal dilaporkan dalam kondisi kritis di koordinat 03°00.800’N – 100°33.011’E, dengan air laut yang telah masuk ke ruang mesin setinggi hampir satu meter.
Menanggapi sinyal darurat itu, Komandan KN Pulau Dana-323 Letkol Bakamla Umar Dhani segera mengarahkan kapal patroli untuk bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 05.30 WIB, unsur Bakamla RI tiba di titik kejadian dan menemukan KM Semangat Nelayan dalam kondisi mesin mati total, terombang-ambing di tengah laut.
Melihat situasi yang semakin berbahaya, tim VBSS Bakamla RI segera menurunkan RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) untuk mengirim pompa alkon guna membantu penyedotan air dari lambung kapal. Setelah situasi mulai terkendali, KN Pulau Dana-323 melakukan towing terhadap KM Semangat Nelayan menuju Pulau Jemur, sekitar 43 mil laut di timur Tanjung Balai Asahan, sebagai tempat berlindung sementara.
Setibanya di Pulau Jemur pukul 11.00 WIB, proses penyedotan air dilanjutkan dengan bantuan nelayan setempat yang juga berlindung di area tersebut. Berkat koordinasi cepat dan sigap dari personel Bakamla RI, seluruh 10 awak kapal termasuk nahkoda Bahriun Lubis berhasil diselamatkan tanpa luka.
Komandan KN Pulau Dana-323 Letkol Bakamla Umar Dhani menyampaikan, aksi tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan Bakamla RI dalam memberikan quick response terhadap setiap keadaan darurat di laut.
“Kami selalu siap memberikan bantuan bagi siapa pun yang mengalami kesulitan di laut. Keselamatan jiwa pelaut adalah prioritas utama kami,” tegasnya, dikutip dari keterangan resmi.
Saat ini, Bakamla RI terus berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal dan instansi terkait untuk proses perbaikan mesin agar KM Semangat Nelayan dapat kembali berlayar menuju Tanjung Balai Asahan dengan aman. (***)
Editor Yusfreyendi





