Suarasiber.com – Francesco Pecco Bagnaia tengah menghadapi masa-masa kritis dalam perburuan posisi runner-up juara dunia MotoGP 2025.
Pebalap Ducati Lenovo itu finish di posisi buncit pada sprint race MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (18/10/2025), dan kini posisinya di klasemen mulai terancam.
Juara dunia MotoGP dua musim terakhir (2022–2023) itu kini mengumpulkan 274 poin, tertinggal jauh 92 poin dari Alex Marquez di posisi dua klasemen. Posisi juara dunia MotoGP 2025 sudah disegel Marc Marquez.
Parahnya lagi, Pecco hanya unggul 8 poin saja dari rekan sesama Italia, Marco Bezzecchi, yang tampil menggila dan merebut kemenangan sprint race di Australia.
Padahal, Bezzecchi akan menjalani double long lap penalty di balapan utama Minggu besok, sebagai konsekuensi insiden saat menabrak Marc Márquez di MotoGP Mandalika.
Namun performa buruk Pecco membuat hukuman Bezzecchi seolah tak ada artinya.
“Ini situasi yang berat. Kami kehilangan banyak grip dan kecepatan,” ujar Pecco singkat usai balapan, tampak bingung dengan performanya sendiri.
Kondisi makin runyam setelah Race Direction menjatuhkan penalti tiga posisi grid kepada Pecco karena dinilai menghalangi laju Bezzecchi saat sesi kualifikasi Q2. Artinya, dari posisi start ke-11, Pecco harus turun ke posisi 14 di balapan utama.
Tak hanya Pecco, pebalap KTM Brad Binder juga ikut kena penalti. Ia harus turun dari posisi start 13 ke 16, setelah dianggap menghalangi Johann Zarco di Q1.
Dengan performa Ducati yang anjlok dan hukuman yang menumpuk, peluang Pecco untuk meraih posisi runner-up semakin menipis.
Jika tak segera bangkit di balapan utama, bukan mustahil Bezzecchi akan menyalipnya di klasemen dan mengubur asa juara dunia dua kali itu. (sya)
Editor Yusfreyendi





