Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Dunia pendidikan dan seleksi berbasis digital terus berinovasi. Salah satu terobosan terbaru adalah implementasi Computer-Based Test (CBT) dengan fitur live score—sistem ujian digital yang langsung menampilkan nilai peserta sesaat setelah mereka menyelesaikan ujian.
Sistem ini kini mulai diadopsi oleh sejumlah lembaga pendidikan, penyelenggara seleksi kerja, hingga instansi pemerintah. Lantas, apa sebenarnya keunggulan dan tantangan dari sistem ini?
Keunggulan CBT dengan Fitur Live Score
Transparansi Hasil Ujian
Dengan skor langsung muncul begitu peserta selesai, sistem ini dinilai lebih transparan dan meminimalkan potensi kecurangan atau manipulasi nilai.
Efisiensi Waktu dan Biaya
Tidak perlu lagi proses koreksi manual atau menunggu berhari-hari. “CBT dengan live score mempersingkat waktu evaluasi secara drastis,” ujar Dr. Ratna Widjaya, pakar Teknologi Pendidikan dari Universitas Indonesia.
Mengurangi Beban Panitia
Sistem otomatis mengurangi beban administrasi, seperti cetak soal, pengumpulan lembar jawaban, dan pengolahan nilai manual.
Pengalaman Peserta Lebih Interaktif
Tampilan user-friendly dan kecepatan sistem memberikan pengalaman modern dan praktis bagi peserta ujian.
Kelemahan dan Tantangan
Keterbatasan Infrastruktur
Tidak semua daerah di Indonesia memiliki jaringan internet stabil dan perangkat komputer memadai. Ini menciptakan kesenjangan akses.
Masalah Keamanan Data
Sistem digital rawan peretasan. Jika tidak dilengkapi sistem enkripsi dan firewall yang kuat, bisa terjadi kebocoran soal atau manipulasi data ujian.
Tidak Cocok untuk Semua Jenis Tes
“Untuk soal esai atau tes kreatif yang membutuhkan penilaian subjektif, fitur live score belum ideal,” jelas Dr. Budi Kurniawan, ahli evaluasi pendidikan dari LIPI.
Kecemasan Peserta Meningkat
Skor yang langsung muncul bisa menimbulkan tekanan psikologis, terutama jika peserta merasa nilai yang didapat tidak sesuai harapan.
Pendapat Ahli
Dr. Ratna Widjaya menilai bahwa CBT dengan live score adalah bagian dari transformasi digital yang tidak bisa dihindari. “Namun, penting bagi penyelenggara untuk memastikan kesiapan teknologi dan SDM sebelum mengimplementasikan secara penuh.”
Sementara itu, Dr. Budi Kurniawan menyarankan agar sistem ini digunakan secara selektif. “CBT live score sangat cocok untuk tes pilihan ganda berbasis pengetahuan faktual. Tapi harus hati-hati jika digunakan untuk ujian yang lebih kompleks,” katanya.
CBT dengan fitur live score membawa angin segar dalam sistem evaluasi pendidikan dan seleksi, namun tetap memerlukan evaluasi mendalam terkait penerapannya. Jika diimplementasikan dengan perencanaan matang, teknologi ini bisa menjadi standar baru yang menjunjung efisiensi, transparansi, dan akurasi. (/sya***)
Editor Yusfreyendi





