Suarasiber.com (Batam) – Sekelompok warga, sekitar 48 orang, mendatangi Kantor Wali Kota Batam di Batam Centre, Senin (5/5/2025). Kedatangan warga Rempang ini ingin mengadu kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Ke-48 warga tersebut mengaku perwakilan dari 16 kampung tua yang ada di Rempang.
“Kami merasa tertekan. Tertekan sekali. Oleh karenanya kami datang ke sini, ke pemerintah kota,” kata seorang warga, Piah.
Mereka akhirnya bertemu dengan Wali Kota Amsakar Achmad. Warga berharap kampung tua yang selama ini dihuni warga sejak dahulu tidak akan menjadi kenangan.

Menanggapi pembongkaran yang terjadi, Wali Kota Batam mengatakan jika apa yang dilakukan oleh Tim Terpadu sudah sesuai mekanisme.
“Yang dilakukan Tim Terpadu sudah sesuai mekanisme. Sudah sesuai proses. Sudah sesuai prosedur. Sudah ada surat pemberitahuan dari SP 1, SP2 dan juga SP 3. Begitu ya,” jelas Amsakar yang dimintai tanggapan usai pertemuan.
Jawaban itu membuat Piah dan teman-temannya merasa kecewa.
“Hasil pertemuan ternyata jauh meleset dari harapan. Janganlah kampung tua kami hanya akan menjadi kenangan,” ungkap Piah.
Selain Piah, sebelumnya sempat terlihat Siti Hawa alias Nenek Awe di ruang rapat Pemkot Batam. Ia meminta agar pemerintah mengakui warga yang telah ratusan tahun tinggal turun-temurun di Rempang. (jas)
Editor Yusfreyendi





