Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Masjid Jogokariyan di Yogkakarta selalu menjadi sorotan setiap kali datang Ramadan. Pada bulan suci 1446 H tahun 2025 ini, pengelola masjid menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar khusus untuk berbuka puasa gratis.
Meski gratis, menu yang disajikan termasuk istimewa. Selain nasi, lauknya daging atau ayam, ada telur, kerupuk serta kurma. Jemaah yang datang akan menempati lokasi yang sudah disiapkan, lalu relawan masjid yang akan membagikan makanan sehingga tertib.
Secara garis besar, menu yang dibagikan dengan sistem berganti-ganti setiap hari adalah opor ayam, tongseng ayam, rendang, dan soto sulung. Pengelola masjid masih mempertahankan sajian menggunakan piring agar tidak menghasilkan sampah.
Namun jumlah 3.500 piring ini tetap saja kurang. Selalu saja ada yang tidak kebagian. Seperti penuturan bule asal Australia yang tak kebagian, namun ia mengaku senang bisa menyaksikan keberagaman warga.
“Kecewa tak kebagian,” tuturnya, dilihat dari tayangan YouTube.
Pegiat medsos pun selalu mewartakan bukber yang selalu ada setiap tahun ini. Warga yang datang bukan hanya warga sekitar, melainkan dari berbagai daerah yang sengaja ke Yogyakarta karena ingin melihat Ramadan di Masjid Jogokariyan.
Dana Rp1,5 miliar tersebut murni donasi dari masyarakat.
Sekretaris Takmir Masjid Jogokariyan, Haidar Muhammad, mengatakan pihaknya sudah menyalurkan takjil gratis sejak 20 tahun lalu, diawali dengan 500 porsi hingga kini mencapai 3.500 porsi per hari.
Semua dimasak secara gotong royong oleh warga sekitar masjid. Mekanismenya pun dirancang, ada relawan khusus memasak, menyiapkan piring dan mencuci piring.
“Yang menarik di bagian lauk, bikin jadwal. Kerja sama dengan ibu-ibu di kampung. Kami buat 27 kelompok dapat 1 hari masak untuk lauknya. Sekitar habis zuhur dibawa ke masjid,” bebernya, melansir Tirto.id.
Mengutip berbagai sumber, termasuk medsos Masjid Jogokariyan, pengelola menerapkan manajemen inovatif. Misalnya kas masjid harus nol setiap Jumat, harus digunakan untuk membantu atau kegiatan sosial lain dengan laporan yang sangat transparan. (***/sya)
Editor Yusfreyendi





