Sabtu, 29 November 2025

Hoax! Seorang Siswa SD di Kabupaten Boven Digoel Meninggal Akibat MBG

Tayang:


Suarasiber.com (Jakarta) – Viral di Facebook sebuah unggahan yang diklaim seorang anak SD di Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan meninggal dunia karena program makan bergizi gratis (MBG).

Namun faktanya, unggahan tersebut adalah hoaks. Melansir dari kompas.com, Selasa (25/2/25), Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Cenderawasih Kolonel Inf, Candra Kurniawan memastikan narasi dalam unggahan itu tidak benar. Anak dalam unggahan tersebut berinisial ERM, usia 13 tahun, warga Kampung Kabuwage, Kabupaten Boven Digoel.

Ia dilaporkan meninggal pada Senin 17 Januari 2025, namun bukan karena makan bergizi gratis. Candra Kurniawan menambahkan bahwa program makan bergizi gratis belum dijalankan di sekolah yang ada di Kampung Kabuwage.


Mengutip keterangan esmi pemerintah, Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak-anak Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak diluncurkan pada 13 Januari 2025 di Kota Sorong, program ini telah berjalan di 294 sekolah di Kota Sorong, dengan total penerima manfaat mencapai 59.803 siswa.

Dalam kunjungan kerja ke Kota Sorong, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penyediaan makanan bagi siswa, tetapi juga bagian dari strategi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Banyak anak-anak kita datang ke sekolah dalam kondisi lapar, yang tentu saja memengaruhi konsentrasi dan prestasi mereka di kelas. Program Makan Bergizi Gratis hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sehingga mereka dapat belajar dengan lebih fokus dan optimal,” ujar Wamen Fajar dalam dialog dengan para guru dan kepala sekolah yang diselenggarakan di SD Negeri 24 Rufei, Kota Sorong, pada Sabtu (8/2).

Selain memberikan manfaat kesehatan, MBG juga berperan dalam menanamkan disiplin, kebersihan, dan kebiasaan makan yang sehat kepada siswa. Dengan adanya jadwal makan yang teratur dan pengawasan gizi, anak-anak tidak hanya mendapatkan nutrisi yang lebih baik tetapi juga belajar tentang pentingnya pola makan sehat. (***)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kepahiang Geger, Kakak Ipar Ditangkap Usai Gelapkan Hubungan Selama 7 Tahun

Suarasiber.com (Bengkulu) - Seorang pria berinisial DU (36) ditangkap...

Pemprov Sumut Tegur 1.073 Pegawai Terlibat Judi Online, Ancam Sanksi Lebih Berat Jika Terulang

Suarasiber.com (Medan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut)...

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia, Amankan 10 Kg Sabu dan Ganja

Suarasiber.com (Riau) — Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat...

Polisi Gerebek Lokasi Pesta Gay di Surabaya, 34 Pria Diamankan

Suarasiber.com (Surabaya) - Polrestabes Surabaya melakukan penggerebekan sebuah kamar...