Suarasiber.com – Kapal Induk Prancis, Charles De Gaulle (CDG) yang membawa 1.780 kru bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Desa Labuan Tereng, Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (1/2). Selepasnya, kapal menuju Bali.
Tujuan kedatangan kapal induk bertenaga nuklir ini dalam rangka Routine Visit dengan tujuan untuk mengembangkan kerja sama bilateral Indonesia-Prancis, khususnya di bidang pertahanan serta sekaligus menandai hubungan persahabatan antara Indonesia dan Prancis yang semakin kuat.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, mengunjungi Charles De Gaulle di NTB dan meninjau combat management system di kapal tersebut.
Kunjungan Menhan ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan procurement di mana saat ini Indonesia membeli 42 pesawat tempur Rafale termasuk kapal selam Scorpene.
Melansir laman resmi kemenhan, selama kunjungan ini Menhan Sjafrie beserta rombongan juga menggunakan alutsista buatan Prancis yaitu helikopter Caracal dan pesawat Falcon.
Ke depan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Prancis telah bersepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan termasuk di dalamnya peningkatan kemampuan bahasa Prancis dari personel TNI. Menindaklanjuti hal tersebut, Prancis berencana akan mengirimkan tenaga ahli sebagai pengajar bahasa Prancis. Sementara itu, Indonesia akan mendukung dari sisi infrastruktur.
Nantinya, pelaksanaan pelatihan bahasa tersebut akan dipusatkan di Akademi Militer Magelang yang melibatkan para prajurit TNI dari tiga matra, khususnya mereka yang akan mengawaki alutsista buatan Prancis seperti pesawat tempur Rafale maupun kapal selam Scorpene.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya yaitu Panglima TNI dan Kasal. (***/rls)
Editor Ady Indra P





