Suarasiber.com (Batam) – Gerisman Ahmad, salah satu tokoh masyarakat Rempang – Galang menegaskan jika masyarakat setempat senang adanya pembangunan. Asalkan pembangunan itu tidak mengusik tatanan di Rempang Galang yang sudah berjalan dengan baik dan nyaman sekian tahun lamanya.
“Siapa bilang kami tidak suka ada pembangunan di Rempang. Kami senanglah kalau ada pembangunan di Rempang. Kami bahagia kalau kampung kami maju. Masa kampung kami maju kami tidak senang,” tutur lelaki yang juga mantan kepala desa Rempang Galang itu, Jumat (1/2).
Pernyataannya sekaligus menjawab tudingan bahwa warga Rempang tidak suka daerahnya dibangun.
Risman pun menyadari, pembangunan di Rempang juga untuk anak cucu. “Silakan lakukan pembangunan, dengan catatan tidak mengusik kehidupan kami di sini. Kami tidak menggangu dan jangan diganggu. Kami kan duduk di pesisir sini. Tidak mengganggu pembangunan dan kemajuan,” ia mengulangi pernyataanya.
Ia lantas menceritakan, berdasarkan sejarah zaman belanda, kampungnya sudah ada sejak 1770. Gimana coba bayangkan, kalau tiba – tiba diserobot orang,” imbuhnya.

Senada dengan Risman, tokoh masyarakat Rempang Galang asal timur yang sudah menjadi Tomasy Melayu, Paulus Uran, mengatakan meski BP Batam menyiapkan rumah, bagaimana dengan kegiatan bercocok tanam atau melaut. Aktivitas yang selama ini dilakukan warga Rempang.
Menanggapi hal itu, pengacara Edward Kamaleng SH mengatakan akan mempelajari dokumen yang diserahkan Risman. Dirinya siap mendampingi perjuangan Gerisman Ahmad dan Paulus Uran.
“Bukan melawan pemerintah atau siapapun itu, tidak. Bukan itu, tapi keadilan harus ditegakkan,” ungkap Edward.
Melansir laman resmi BP Batam, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad mengungkapkan, pemerintah menyiapkan sejumlah pelatihan bagi masyarakat Rempang yang telah menempati hunian sementara.
Sudirman mengatakan, pelatihan itu diberikan supaya masyarakat Rempang mempunyai keterampilan baru untuk meningkatkan kompetensi.
“Nanti warga yang pindah ke sini (hunian sementara) tidak hanya sekedar pindah, tetapi mereka juga akan dilatih,” ujarnya dalam Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru di lapangan Kompleks Buana Central Park, 12 Oktober 2023 silam. (asih)
Editor Yusfreyendi





