Sabtu, 29 November 2025

Desentralisasi Pariwisata, Pesona Wisata Hilang akibat Pembangunan Tanpa Pemeliharaan

Tayang:


Tanjungpinang merupakan sebuah ibukota Provinsi di Kepulauan Riau, kota ini terkenal
akan keindahan alam dan budaya-nya yang kaya akan sejarah, kehidupan masyarakat di
Tanjungpinang sangat dipengaruhi oleh keberagaman budaya karena kota ini tempat
berkumpulnya berbagai etnis, seperti melayu, tionghoa, dan bugis.

Desentralisasi pariwisata bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata didaerah yang terpencil yang mana bertujuan agar daerah tersebut tidak hanya bergantung pada destinasi wisata utama, ini merupakan langkah yang positif yang mana hal tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, bahkan menjadi pendapatan pada suatu daerah, namun jika tidak diimbangin dengan perencanaan yang baik dan pemeliharaan yang berkelanjutan hal tersebut bisa saja menjadi bumerang.

Kampung Pelangi lebih tepatnya di Kelurahan Kampung Bugis merupakan contoh yang
nyata, bagaimana sebuah wisata yang megah kini memudar dan tidak terawat akibat kurangnya
perhatian dan pemeliharaan daerah wisata tersebut.


Kampung bugis merupakan wilayah kelurahan di Kota Tanjungpinang yang yang mana daerah tersebut merupakan wilayah padat penduduk dan juga merupakan daerah pesisir. Dulunya kampung bugis merupakan salah satu daerah kumuh yang ada di Kota Tanjungpinang yang mana disulap oleh pemerintah kota menjadi dearah megah dengan konsep warna warni disetiap bangunan seperti bak pelangi, (Dikutip dari pijarkepricom).

Kampung pelangi ini merupakan program dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) Tanjungpinang yang mana proses pembangunan menelan anggaran senilai 140 juta
bersumber dari APBD 2017 dan diresmikan langsung oleh pj walikota Tanjungpinang, Drs. Raja
Ariza, MM.

Kampung ini memukau mata dengan rumah-rumah nelayan yang berwarna warni ceria,
hal ini terealisasikan karena adanya kerja sama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan
masyarakat setepat untuk mengembangkan kawasan tersebut.

Namun seiring berjalan-nya waktu, kampung yang duluya cerah kini menunjukan tanda tanda pemudaran dan kerusakan, fasilitas yang awalnya dibangun untuk meningkatkan pariwisata kota justru semakin lama semakin tidak terawat, padahal kampung ini memiliki daya tarik yang besar untuk pariwisata dikota Tanjungpinang, yang mana daerah wisata ini menyajikan pengalaman dengan keanekaragaman

Rumah-rumah panggung yang diatas laut dengan nuansa warna-warni, namun tanpa
pemeliharaan, kondisi wisata akan memburuk. Rusaknya fasilitas dan tidak terawatnya wisata
tersebut akan menjadikan kampung kehilangan daya tarik, masalah ini menggambarkan
infrastruktur dan pembangunan wisata tanpa perawatan yang berkelanjutan tidak akan bertahan
lama.

Objek wisata memang penting untuk menarik wisatawan, namun pengelolaan dan pemeliharaan jangka panjang jauh lebih penting, pemerintah dapat memulai bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan diwilayah pariwisata tersebut, dengan menyediakan tempat pembuangan sampah yang banyak, pemerintah bisa mengedukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah dilaut.

Pemerintah bisa melanjutkan program seperti meningkatkan skill UMKM bagi masyarakat setempat seperti pembuatan souvenir-souvenir dan aneka kerajinan lainnya yang berbahan dari laut, yang mana mayoritas penduduk Kampung Bugis berprofesi sebagai nelayan, sehingga modal untuk membuat suatu produk UMKM tidak begitu besar.

Selanjutnya pemerintah bisa melakukan pendanaan berkelanjutan, alokasikan dana dari pemerintah daerah atau pusat untuk pemeliharaan rutin dan program perbaikan pemerintah kota dan pihak yang terkait harus menyadari bahwa desentralisasi pariwisata bukan hanya soal pembangunan tapi juga tentang keberlanjutan dan perawatan objek wisata agar tetap masih memiliki daya tarik sendiri. ***

Penulis:
Rendy Syafutra (2205010044)
Mata Kuliah Desentralisasi dan Reformasi Teritorial
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Semester 5
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Maritim Raja Ali Haji

Referensi:
InfoPublik. (2018). Tanjungpinang Punya Kampung Pelangi. Diakses pada [14 November 2024],
dari https://www.infopublik.id/read/267819/tanjungpinang-punya-kampung-
pelangi.html?show=
Batam News. (2018). Kampung Pelangi Tanjungpinang Emang Keren. Diakses pada [14
November 2024], dari https://www.batamnews.co.id/berita-31742-kampung-pelangi-
tanjungpinang-emang-keren.html
KepriDays. (2018, Mei 11). Destinasi Wisata Kampung Pelangi Tanjungpinang Diresmikan Raja
Ariza. Diakses pada [14 November 2024], dari
https://kepridays.co.id/2018/05/11/destinasi-wisata-kampung-pelangi-tanjungpinang-
diresmikan-raja-ariza/amp/
Pijar Kepri. (2018, Mei 17). Kampung Pelangi, destinasi wisata baru Tanjungpinang. Diakses
pada 28 November 2024, dari https://pijarkepri.com/2018/05/kampung-pelangi-destinasi-
wisata-baru-tanjungpinang/

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Ledakan Bom di SMAN 72: Alarm Serius bagi Keamanan dan Hukum di Dunia Pendidikan

Kasus ledakan bom rakitan yang mengguncang Sekolah Menengah Atas...

Tanjungpinang dan Tangisan yang Tak Boleh Kita Abaikan

SEMINGGU ini saya tidak berfungsi dengan baik. Ada kerawanan...

Di Balik Keheningan yang Menggantung: Luka Sunyi Tanjungpinang

BEBERAPA waktu belakangan, Tanjungpinang mendadak sering diwarnai kabar duka...

Dapur Rahasia di Balik Program MBG: Sabotase atau Salah Kelola?

ANAK-anak itu cuma ingin makan siang.Bukan ikut eksperimen. Bukan...