Suarasiber.com – Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) adalah standar atau panduan yang dirancang untuk memastikan kegiatan budidaya ikan dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan menghasilkan ikan yang aman untuk dikonsumsi. CBIB ini diterapkan dalam berbagai kegiatan budidaya ikan, termasuk perikanan air tawar dan perikanan laut. Standar ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, menjaga kesehatan ikan, serta meningkatkan hasil produksi yang berkualitas tinggi.
Prinsip CBIB:
- Pengelolaan Air yang Baik: Air merupakan faktor utama dalam budidaya ikan. Dalam CBIB, kualitas air harus selalu dijaga, baik dari segi kebersihan maupun komposisi kimiawi. Air yang digunakan harus bebas dari bahan kimia berbahaya dan limbah.
- Pemilihan Benih yang Berkualitas: Benih ikan yang digunakan harus berasal dari indukan yang sehat dan bebas dari penyakit. Pemilihan benih yang baik akan menentukan kualitas hasil budidaya nantinya.
- Pemberian Pakan yang Tepat: Ikan harus diberi pakan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhannya. Pemberian pakan yang berlebihan dapat mencemari air, sedangkan pemberian pakan yang kurang dapat menghambat pertumbuhan ikan.
- Pengelolaan Kesehatan Ikan: Ikan harus dijaga kesehatannya dengan cara melakukan pemantauan rutin, serta mengambil tindakan preventif terhadap berbagai penyakit yang mungkin menyerang ikan. Penggunaan obat-obatan harus sesuai dengan dosis dan standar yang aman.
- Pengendalian Lingkungan: CBIB juga menganjurkan penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk mengelola limbah dari kegiatan budidaya, seperti limbah pakan dan kotoran ikan, agar tidak mencemari ekosistem sekitarnya.
Tokoh atau Pionir CBIB:
Meskipun CBIB merupakan hasil dari kebijakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tokoh yang berperan penting dalam mengembangkan konsep CBIB berasal dari kalangan ilmuwan, pakar budidaya perikanan, serta birokrat di KKP yang bekerja sama dengan organisasi perikanan internasional seperti FAO (Food and Agriculture Organization).
Beberapa tokoh yang terlibat dalam pengembangan standar ini adalah para ahli perikanan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya serta berbagai instansi pendidikan yang fokus pada perikanan, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Diponegoro.
Kelebihan CBIB:
- Kualitas Ikan yang Lebih Baik: CBIB memastikan ikan yang dibudidayakan memiliki kualitas yang baik, baik dari segi ukuran, berat, maupun kesehatan. Ikan yang dihasilkan juga bebas dari residu bahan kimia berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi.
- Produksi Lebih Efisien: Dengan penerapan CBIB, budidaya ikan dapat dilakukan lebih efisien karena segala aspek telah diatur secara terperinci. Ini termasuk pengelolaan air, pakan, dan kesehatan ikan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
- Ramah Lingkungan: CBIB memastikan bahwa kegiatan budidaya ikan tidak merusak lingkungan sekitarnya. Limbah dari budidaya diolah dengan baik sehingga tidak mencemari perairan atau lahan sekitar.
- Keberlanjutan: Dengan mengikuti standar CBIB, budidaya ikan menjadi lebih berkelanjutan, sehingga dapat dilakukan dalam jangka panjang tanpa merusak sumber daya alam yang ada.
- Meminimalkan Risiko Penyakit: CBIB menekankan pentingnya manajemen kesehatan ikan, yang berarti potensi wabah penyakit yang dapat merusak populasi ikan dapat diminimalisir.
CBIB merupakan pedoman yang sangat penting bagi perkembangan industri perikanan di Indonesia agar tetap kompetitif, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi. (syaiful)
Editor Yusfreyendi





