Suarasiber.com – Thomas Matthew Crooks diyakini sebagai penembak Donald Trump saat calon presiden AS itu kampanye di Pensilvania, 13 Juli lalu.
Mengutip CNBC, Crooks adalah pria berusia 20 tahun, lulus dari Bethel Park School District tahun 2022.
Berdasarkan keterangan teman-temannya, ia merupakan sosok cerdas meski terkenal sebagai profil yang pendiam, saat bersekolah.
Bethel Park School District memiliki foto Crooks pada tahun 2021 dengan seragam kelulusannya.
FBI mengidentifikasi ia adalah penembak yang terlibat dalam upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump.
Catatan lain menunjukkan, Croock pandai matematika di ilmu pasti. Ketika bersekolah, ia menerima penghargaan bintang dan mendapatkan uang tunai US$ 500 dari National Math and Science Initiative.
Teman sekolahnya mengaku, selama bersama Croocks tak pernah menunjukkan ketertarikannya ke urusan politi. Croocks disebutnya fokus pada pembuatan komputer dan bermain game.
“Siswa yang pendiam yang sering dianggap kesepian,” lapor ABC News merujuk mantan temannya.
Teman sekolah lainnya bahkan mengaku iri dengan kepintaran Croocks.
Informasi menarik lain datang dari teman sekolah Croocks yang bernama Jason Kohler. Ia mengatakan jika Croocks sering diintimidasi, kerap diolok-olok karena kadang cara berpakaiannya yang dinilai terburu-buru.
Kegelisahan justru dirasakan penduduk Bethel Park di mana keluarga Crock tinggal di sini. Warga mengklaim wilayah ini adalah area yang tenang.
“Bethel Park adalah kawasan yang sangat kerah biru, dan berpikir bahwa ada orang sedekat itu adalah hal yang agak gila,” kata Wes Morgan, pria berusia 42 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan manajemen investasi
Penembakan Trump telah menghebohkan Amerika. Croocks lantas menembakkan senapan semi-otomatis model AR-15, yang dibeli oleh ayahnya, menewaskan seorang pria 50 tahun serta melukasi telinga Trump.
Crooks sendiri adalah seorang anggota Partai Republik yang terdaftar dan berhak untuk memberikan suara ke pemilihan presiden pertamanya pada pemilu 5 November nanti. Catatan publik menunjukkan ayahnya adalah seorang Republikan yang juga terdaftar dan ibunya adalah seorang Demokrat yang terdaftar pula.
“Kami terkejut dan sedih mengetahui keterlibatannya karena Thomas Matthew Crooks melakukan pekerjaannya tanpa rasa khawatir dan pemeriksaan latar belakangnya bersih,” kata administrator Pusat Perawatan dan Rehabilitasi Terampil Bethel Park, rumah jompo di mana Croocks bekerja, Marcie Grimm, dimuat Channel News Asia (CNA).
Kabar lain mencuat jika Croocks ditembak mati oleh Secret Service. (***/syaiful)
Editor Yusfreyendi





