Minggu, 30 November 2025

Suara Gamelan Misterius di Gunung Mananggel, Pendaki Ketakutan

Tayang:


Suarasiberdotcom – Suara gamelan misterius kembali menjadi viral di jagat maya setelah akun TikTok @thx.rk mengunggah video pendakian di Gunung Mananggel, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam video ini terdengar suara gamelan sementara di puncak gunung tidak ada kelompok atau orang yang melakukannya. Kisah ini tidak jauh beda dengan yang dialami para mahasiswa yang KKN Dusun Penari di Jawa Timur beberapa waktu silam.

Pemilik akun ini mengatakan apa yang didengarnya benar-benar horor. Ia mengaku kembali ke puncak Gunung Mananggel menjelang maghrib.


Untuk memperdengarkan suara gamelan di puncak gunung ini, sengaja volume perekam dibesarkan agar penonton video bisa mendengarkannya.

“Gedein saja volumenya agar terdengaran, tidak ada jump scare-nya kok,” kata suara di video.

Sejumlah orang memang sengaja mendaki menjelang maghrib karena kabarnya suara gamelan muncul saat seperti itu.Suara itu semakin kedengar terang jika volume suaranya dibesarkan.

Diterangkan oleh pemilik akun ini, suara gamelan itu direkamnya saat dia sedang ada di pucuk Gunung Mananggel. Suara itu dikatakannya sempat membuat ia dan rombongannya takut.

Gunung Mananggel sendiri mempunyai ketinggian seputar 836 Mdpl dan tidak setinggi gunung yang lain di Pulau Jawa. Tetapi, dari pucuknya pengunjung dapat menyaksikan pemandangan Kota Cianjur sampai Gunung Gede dari kejauhan. Suatu hal yang dicari oleh beberapa pendaki.

Selanjutnya, Gunung Mananggel benar-benar kuat hubungannya dengan cerita Prabu Sanghyang Tapak. Hal ini semakin melekat dengan kehadiran batu yang mempunyai tapak kaki.

Dari pusat Kota Cianjur, jarak ke arah Gunung Mananggel cukup dekat. Cukup banyak warga yang mengatakan selaku bukit karena tingginya yang condong rendah.

Cerita Suara Gamelan Lain

Di bawah ini ialah pengalaman sebagian orang yang dengar suara gamelan di beberapa daerah berbeda.

Misteri Watu Kelir

Dusun Seboro Kecamatan sadang berada disamping utara Kebumen, pas di jantung Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah. Tidak aneh bila legenda dan mitologi yang mistik masih dipercaya turun-temurun.

Dusun Seboro dikitari teritori batu tua, berumur beberapa puluh juta tahun. Ada kisah tentang Batu Purba berusia 80 tahun yang disebut Watu Kelir. Ada juga Watu Kenong.

“Ada Klotekan-klotekan (suara seperti pukulan perkusi), seperti gamelan,” sebut Kasnan, seorang masyarakat Seboro, beberapa lalu, bercerita cerita mistik Watu Kelir.

Menurut dia, orang zaman dahulu sering mendengar suara lain seperti kentongan serta suara tangis manusia dari arah Watu Kelir. Padahal jarak watu kelir dengan permukiman sekitar 500-an meter.

Tapi, waktu ditanyakan masalah ada cerita apa dibalik gamelan dan tangisan itu, Kasnan pilih bungkam.

“Yang dengar (tahu) telah wafat. Itu Jaman dulu. Jika saat ini telah tidak akan,” sebut Kasnan, berkilah.

Kepala Balai Info dan Pelestarian Kebumian (BIKK) Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI) Karangsambung, Edi Hidayat mengatakan tak masalah soal suara gamelan.

“Untuk kami tidak jadi masalah ada mitos-mitos seperti itu. Kemungkinan itu kearifan lokal warga jaman dahulu supaya situs ini tidak dirusak,” ucapnya.

Kabar baiknya, sekarang cagar geologi Karangsambung sudah naik posisi jadi Geopark Nasional. Peningkatan posisi ini pasti bawa imbas positif, diantaranya pelindungan pada bebatuan yang simpan rahasia pembangunan bumi ini.

Suara Gamelan dan Drumband

Cerita suara drumband misteri atau kerap disebutkan drumband setan masih terdengar hingga sekarang di Yogyakarta. Namun suara gamelan misterius tak seramai dahulu.

“Sampai saat ini suara itu masih kedengar,” papar masyarakat Yogya Sigit Cahyono, beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang dianggap orang pintar ini, sesungguhnya ada dua suara misteri yang kerap kedengar di Yogyakarta. Pertama suara gamelan yang didengar seputar jam 02.00 dinihari. Ke-2 suara drumband yang terbanyak didengar masyarakat pada seputar jam 04.00 WIB.

“Jika suara drumband pagi di antara jam 04.00 – 06.00 WIB,” kata Sigit.

Anehnya, meski ada suaranya namun ketika dicari tidak ketemu dari mana asalnya. Orang yang berada di segi utara Yogya akan dengar suara itu dari selatan. Sedang orang dari selatan dengar suara itu dari arah timur dan utara.

Demikian juga dari arah barat, orang dengar suara itu berawal dari timur. Sedang dari timur mendegar dari arah barat.

Menurut pendekar silat dari Pokok Ombak ini, suara itu tampil atau kedengar dari arah timur yaitu Kompleks Taman Pusara Pahlawan (TMP) Kusumanegara. Tetapi orang yang ada seputar tempat itu tidak mendegar suara drumband dari dekat. Suara itu malah kedengar cukup jauh dari tempat itu.

“Ya seputar TMP atau Jl Kusumanegara ke timur kembali sampai wilayah situs Mataram di wilayah Banguntapan, Bantul,” jelasnya.

Namun ada juga warga yang menyimpulkan suara-suara tadi bisa jadi datang dari kompleks Sekolah Tinggi Angkatan Udara (AAU) di Maguwo. Karena bisa saja beberapa taruna AAU latihan drumband pada pagi hari. Di Yogyakarta yang punyai korps musik seperti drumband cuman AAU. Jika korps musik prajurit kraton iramanya tidak sekuat itu.

Pengakuan Suharmanto, mahasiswa asal Bengkulu yang tinggal di seputar daerah Terban, Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta, ia pernah mendengar. Hari itu MInggu, masih pukul 05.30 WIB, dan ia mendengar suara drumband dari arah selatan.

Mahasiswa ini penasaran dan ingin menyaksikan drumband tadi, dicari hingga Jalan raya C. Simanjuntak. “Saya sempat cari dan berjalan ke selatan sampai Pasar Terban tetapi tidak ada dan kedengar kembali,” ucapnya.

Sekembalinya dari kos, ia ditanya bapak kosnya dan mendapat cerita jika itu suara drumband dhemit atau setan.

Gunung Gamelan di Banyuwangi

Di Banyuwangi justru ada Gunung Gamelan, dan masyarakat mengaku sering mendengar suara gamelan di puncaknya. Sebenarnya ini merupakan bukit karena tingginya hanya 250 mdpl.

Alunan musik gamelan ini dapat didengar sampai mendekati subuh tiap Kamis Legi, dalam kalender Jawa.

Suara alunan gamelan itu umumnya mulai kedengar sayup-sayup setelah Isya’ dan membuat bulu kuduk bergidik.

Seorang warga, Yusuf menceritakan suara gamelannya berasa mistik, menghanyutkan jika didengar cermat, bergidik bulu kuduk. Jika mendekati subuh telah tidak ada kembali.

Meskipun begitu masyarakat sudah terbiasa sehingga tidak ada yang takut. Bahkan kalau terdengar sudah dianggap biasa.

“Ya telah terlatih, kemungkinan jika orang di luar cocok dengar gamelan itu disangka ada acara masyarakat,” imbuhnya sambil terkekeh.

Hal seirama diutarakan salah satunya petugas keamanan perkebunan, yang pernah mendengar suara gamelan.

Di puncak bukit ini terdapat pusara dengan atap kubah dari seng. Pusara ini kabarnya milik Mbah Gimbal yang membuka wilayah ini menjadi permukiman.

Mitos Suara Gamelan dan Hantu

Tentang suara gamelan yang kerap dianggap mistis, komposer kenamaan Dwiki Dharmawan memberikan tambahan referensi.

Saat memberikan kuliah di ISI Solo beberapa waktu lalu ia mencontohkan musik latar di film The Mission. Ada episode menakutkan dalam rimba didiamkan silent.

“Hanya terdengar suara air terjun di kesunyian semakin menakutkan,” jelas Dwiki.

Ia pernah mengolah musik sebuah film. Ia pilih tidak memberikan dampak apa saja di salah satunya episode. Sempat dipandang aneh, opsi itu malah disanjung si sutradara sebab membuat situasi makin hidup.

Dia selanjutnya mengomentari penggarapan latar suara nyaris di seluruh episode film sinetron Indonesia beberapa akhir ini. Hal tersebut malah berisik sebab pemirsa tidak dikasih jeda.

Seorang komposer masih punyai tanggung jawab membuat musik yang sesuai isi film. Pemakaian suara gamelan selaku pertanda munculnya makhluk gaib dalam film seram adalah program yang kurang tepat menurutnya.

Jika itu dilakukan, maka suara gamelan mengalihkan stigma menjadi lambang elemen gaib. (mat)

Ingin mengetahui misteri terbesar abad ini, baca ledakan tunguska

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tips Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar di Kulkas

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Menyimpan daging kurban dengan benar sangat...

Mengenal TwoTrees TTS-55 Pro: Mesin Laser Engraving dan Cutting Serbaguna

TwoTrees TTS-55 Pro adalah mesin laser engraving dan cutting...

Mengapa Makanan Basah Penting untuk Kesehatan Kucing Anda

Sebagai pemilik kucing, Anda tentu ingin memberikan yang terbaik...

Teknik-teknik Penanganan Banjir di Berbagai Dunia

Suarasiber.com (Tanjungpinang) Berbagai negara telah menerapkan teknik dan strategi...