Sabtu, 6 Juni 2026

Pusat Coral Triangle Indonesia

Tayang:


Indonesia berada tepat di pusat “segitiga karang” (coral triangle) suatu kawasan terumbu karang dengan keanekaragman hayati laut tertinggi di dunia. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 39.583 km2 atau sekitar 45,7% dari total 86.503 km2 .

Luas terumbu di wilayah segitiga karang dengan puncak keanekaragaman spesies diperkirakan tertinggi antara lain 590 spesies karang batu dan 2.200 spesies ikan karang (Giyanto et al., 2014).

Segitiga terumbu karang dunia atau Coral Triangle memiliki 30% dari seluruh jenis terumbu karang yang ada di dunia, 86% dari spesies penyu laut yang ada di dunia, 2.228 spesies ikan, dan lebih dari 500 spesies terumbu karang.


Segitiga termbu karang dunia, memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia dan seringkali disebut sebagai “Pusat dari Keanekaragaman hayati dunia” oleh berbagai peneliti di seluruh dunia.

Segitiga terumbu karang adalah sebuah tempat perkembangbiakan berbagai spesies perairan di wilayah ini, di Indonesia saja ada 1650 spesies yang bergantung pada terumbu karang. Lokasi ini juga memiliki 75% dari seluruh spesies mangrove atau bakau di seluruh dunia, dan 45% spesies rumput laut.

Pada konteks kawasan segitiga terumbu karang Indonesia merupakan pusat kawasan yang memiliki wilayah terluas dibandingkan dengan negara CT6 lainnya. Terdapat sekitar 2.200 spesies ikan karang di perairan Indonesia yang tersebar luas disekitar kawasan segitiga terumbu karang. (Burke, at al 2012, p. 26).

Tahukah kamu, spesies yang berada dalam segitiga terumbu karang, merupakan spesies yang terancam punah. Beberapa diantaranya dijumpai pada lautan Indonesia, seperti : Hiu Paus (Rhincodon typus) yang merupakan satu satunya hiu dengan status perlindungan penuh di Indonesia.

Spesies terancam punah lainnya, Penyu hijau, penyu hijau di Berau yang bermigrasi ke laut Sulu, sebagian ke perairan Philipines dan sebagian ke perairan Sabah (Malaysia), Mamalia Laut, Laut Sawu dan sekitarnya menjadi rute migrasi untuk beberapa spesies paus dan lumba-lumba, dan terakhir ada Pari Manta yang mana, temuan wilayah untuk daerah melahirkan dan pembesaran anak pari manta di Laguna Wayang, Raja Ampat. ***

Penulis: Rahma Sarita
NIM : 180254241005
Program Studi : Ilmu Kelautan
Fakultas : Ilmu Kelautan dan Perikanan
Universitas : Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Ketika Lapangan Kerja tak Sejalan dengan Lulusan Kampus

Suarasiber.com - Tiap tahunnya, ribuan orang melempar toga ke...

Menolak Lupa: Menghidupkan Marwah Perjuangan BP3KR di Tangan Generasi Muda

Raja Hardiansyah (Pengurus Generasi Muda GMBP3KR Propinsi Kepri)

Menakar Suara Akar Rumput: Mengapa Mayoritas Warga Tanjungpinang Menolak Perwako Nomor 34 Tahun 2025?

Muhammad Syahrial/Pemerhati Kebijakan Publik Kota Tanjungpinang

Perpres 55 Tahun 2022: Kewenangan di Bidang Pertambangan Tidak Dapat Disubdelegasikan ke Bupati/Walikota

Dalam tata kelola pertambangan, satu hal yang tidak boleh...